Berita Terkini
Baubau

Monianse Dukung Pelestarian Bahasa Wolio

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 9 Maret 2022 01:30 WIB · 2 menit baca
Monianse Dukung Pelestarian Bahasa Wolio
Monianse

PUBLIKSATU, BAUBAU - Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyambut positif upaya pelestarian bahasa Wolio. Ia pun mendukung penerbitan regulasi terkait itu.

Dukungan itu juga menjadi tanggapan resmi Monianse terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Bahasa, Sastra, dan Aksara Wolio, di DPRD Baubau, Selasa (8/3). Di mana, Raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD Baubau.

"Kami mengapresiasi. Karena dengan cara itu berarti kita mencoba untuk melestarikan dengan membuat sebuah regulasi agar penerapannya nanti ada landasan hukumnya," kata Monianse dikonfirmasi usai rapat paripurna, di kantor DPRD Baubau.

Ia mengatakan, jika Raperda itu sudah ditetapkan menjadi Perda, maka bahasa, sastra, dan aksara Wolio semakin legal digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Kota Baubau. Pun, itu menjadi salah satu

elemen penting pembangunan kebudayaan sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Baubau tahun 2018-2023.

"Misalnya dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah atau penulisan nama-nama jalan, nama-nama gedung, dan situs-situs menggunakan aksara Wolio. Ini bentuk dari pelestarian dan penghormatan kepada nilai-nilai luhur yang pernah dicetuskan oleh nenek moyang kita," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Baubau, Muhammad Ahadyat Zamani mengatakan, bahasa Wolio kini dalam keadaan terancam punah. Penelitian Kamaluddin dan kawan-kawan menunjukkan bahwa bahasa Wolio pada masyarakat Kota Baubau masuk kategori tidak dipertahankan.

"Hasil penelitian itu sejalan dengan pemetaan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan pemetaan tersebut bahasa Wolio merupakan salah satu dari 16 bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah, masuk kategori rentan stabil tapi terancam punah," kata Ahadyat, Senin (7/3).(exa)