Nasional

Penjual Gorengan Menderita Akibat Harga Minyak Goreng

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 21 Maret 2022 01:26 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Penjual Gorengan Menderita Akibat Harga Minyak Goreng
LM Asrul Adam

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Baubau turut merasakan efek dari kelangkaan minyak goreng harga subsidi. Sejumlah penjual gorengan bahkan terpaksa harus vakum lantaran sudah sulit mendapatkan minyak goreng Rp 14 ribu perliter.

Ketua Forum UMKM Kota Baubau, LM Asrul Adam mengatakan, pihaknya mencatat ada lima sampai tujuh pelaku usaha binaan forum UMKM yang terlunta-lunta akibat melonjaknya harga minyak goreng. Para pelaku UMKM itu memproduksi kuliner kemasan seperti bawang goreng dan karasi (sejenis kue tradisional).

"Tapi yang paling merasakan efek luar biasa itu memang sebagian besar penjual gorengan di kawasan Kotamara dan pinggir-pinggir jalan. Beberapa tidak buka untuk sementara karena kelangkaan juga harga minyak goreng cukup tinggi," kata Asrul, dikonfirmasi di sela-sela festival UMKM di pelataran Kotamara, Jum'at kemarin.

Menurut dia, penjual gorengan itu vakum lantaran belum berani menjual dengan harga penyesuaian. Mereka takut pelanggan tidak mau membeli gorengan dengan harga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. "Memang masih ada yang buka tapi menaikkan harga dari 1.000 perbiji menjadi Rp 2.000 atau tiga biji Rp 5.000," ujarnya.

Terlepas dari itu, kata dia, pihaknya mencatat ada sekitar 150 pelaku usaha yagg sudah tergabung dalam forum UMKM Kota Baubau. Hanya saja, mayoritas pelaku UMKM tersebut hasil produksinya sudah dikemas dan memiliki brand atau merk.

"Walaupun teman-teman UMKM ini terasa kesulitan dengan minyak goreng, namun dalam festival UMKM ini mereka mendapatkan beberapa liter untuk kegiatan. Sehingga, mereka bisa menampilkan produknya. Festival ini juga terselenggara berkat kerja sama kita dengan Pemerintah Kota Baubau," katanya.(exa)

Bagikan