Warga Lanosangia dan Wowonga Jaya Desak Pemkab Bangun Tower Telkomsel
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Dua kelompok pemuda Desa Lanosangia dan Wowonga Jaya, Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) untuk merealisasikan program pembangunan Tower Telkomsel di dua desa tersebut, Senin (21/3/2022). Aksi itu digelar di pintu masuk Kantor Bupati Butur.
Koordinator Aksi, Harlan menyampaikan bahwa dalam proses pembangunan Tower Telkomsel jaringan seluler di Kabupaten Butur. Ada perlakuan kurang adil, sehingga di wilayah Kulisusu Utara, masyarakat merasa di anak tirikan. Padahal dari delapan unit tower itu, jika dibagi secara merata di enam kecamatan lebih dua tower.
"Kami sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melakukan kontrol sosial. Utamanya proses pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Butur yang memikirkan dan mementingkan perkembangan teknologi informasi di daerah ini," tandas Harlan di hadapan puluhan massa.
Putra Kulisusu Utara ini menegaskan bahwa mulai sekarang, persoalan realisasi pembangunan Tower Telkomsel di Kulut akan terus dikawal dan diawasinya. Pihaknya juga mengaku aksi ini bukan yang pertama, tapi bakal akan ada gerakan kedua, ketiga, dan keempat. "Bahkan bila perlu kami bersama-sama empat desa untuk turun mendesak proses pembangunan tower ini," tukasnya.
Harlan juga memberikan semangat kepada massa aksi untuk tidak merasa takut. Karena semua prosedur aksi sudah terpenuhi dan pihak Kepolisian sudah melakukan pengawalan. Apa lagi aksi ini sangat dilindungi undang-undang dalam hal proses penyampaian pendapat di muka umum.
"Jadi tidak alasan untuk dihalang-halangi, ini adalah gerakan murni masyarakat. Kalau misalkan Kecamatan Kulisusu Utara bukan bagian dari wilayah Kabupaten Buton Utara dalam proses pembangunan tower ini, tolong sampaikan dan jelaskan kepada masyarakat di sana," ungkap Harlan.
Sekitar 15 menit massa dua desa itu melakukan aksi dan orasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Utara (Butur), Muhammad Hardhy Muslim menerima kedatangan mereka. Sayangnya, Koordinator Lapangan (Korlap), Harlan sempat menolak untuk berdiskusi dengan siapapun kecuali dengan Bupati Butur, Muhammad Ridwan Zakariah.