Berita Terkini
Baubau

Gara-gara Gaya, Siswa SMA 2 Baubau Dipukul Teman Sendiri

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 25 Maret 2022 03:13 WIB · 2 menit baca
Gara-gara Gaya, Siswa SMA 2 Baubau Dipukul Teman Sendiri
ILUSTRASI

PUBLIKSATU, BAUBAU - Seorang siswa SMA Negeri 2 Baubau inisial LMN dipolisikan atas dugaan penganiayaan terhadap SF yang tidak lain teman satu sekolah. Beruntung, perseteruan ini berhasil diselesaikan secara damai oleh Polsek Murhum.

Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo melalui Plh Kapolsek Murhum Ipda Amrin Samiun mengatakan, kronologi kejadian bermula saat SF keluar dari kantin SMA 2 Baubau sekitar pukul 11.40 Wita, Sabtu 12 Maret lalu. Saat itu, LMN tiba-tiba datang menghampiri dan mengajak SF untuk berduel.

"Berdasarkan pemeriksaan, pelapor (SD, red) bahwa terlapor (LMN) datang menegur sambil mengatakan mari kita sengel, namun tantangan itu ditolak. Kemudian, terlapor mengatakan kepada pelapor bahwa dia tidak suka gaya jalanmu," kata Amrin, dikonfirmasi di kantornya, Kamis (24/3).

Saat kejadian, ujar dia, LMN menendang paha kiri SF sebanyak dua kali. Lebih dari itu, LMN juga memukul wajah SF menggunakan kepala tangan kanan dan kiri secara berulang-ulang. Akibatnya, pelipis SF mengalami memar berdasarkan hasil visum Rumah Sakit Murhum.

"Sementara menurut versi terlapor, dia mengakui memiliki perasaan benci sama pelapor. Terlapor tidak senang karena setiap kali bertemu di sekolah, pelapor selalu menunjukkan wajah marah. Bahkan dua hari sebelum kejadian, terlapor yang sementara duduk di kelas, tiba-tiba masuk pelapor datang menendang kursi dan melotot ke arah terlapor," ujarnya.

Perwira satu balok ini mengatakan, kasus ini telah ditutup. Perseteruan LMN versus SF telah diselesaikan melalui jalur diversi sebagaimana diatur dalam Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

"Rabu 23 Maret kemarin, kita mediasi yang ikut dihadiri masing-masing orang tua, Bapas (Balai Pemasyarakatan), Dinas Perlindungan Anak, dan Dinas Sosial. Mereka sepakat masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan tanpa syarat. Ternyata antara pelapor dan korban ini juga masih sepupu," katanya.