Baubau

BNPB: Sultra Masuk Wilayah Rawan Bencana

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 29 Maret 2022 00:41 WIB · 2 menit baca
Bagikan
BNPB: Sultra Masuk Wilayah Rawan Bencana
RAPAT: Sestama BNPB RI, Lilik Kurniawan (ketiga dari kiri) pose bersama dengan Gubernur Ali Mazi dan sejumlah pejabat di sela-sela Rakorda BPBD se-Sultra, di Kota Baubau, Senin (28/3). Lilik mengingatkan potensi bencana di Sultra. (Foto: Texandi)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI mengingatkan kepala daerah se-Sultra (Sulawesi Tenggara) untuk serius dalam penanggulangan bencana. Sebab, Sultra masuk dalam kategori rawan bencana.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB RI, Lilik Kurniawan saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penataan Sistem Dasar Penanggulangan Bencana se- Sultra, di villa Nirwana Kota Baubau, Senin (28/3/2022).

"Kita tinggal di daerah rawan bencana. Bencana ini menjadi bagian kehidupan kita. Negara kita yang indah ini dari Sabang sampai Merauke termasuk Sulawesi Tenggara ini terbentuk dari pertemuan lempeng tektonik dunia," kata Lilik.

Kata dia, kepala daerah bertanggung jawab untuk melindungi rakyat di daerahnya masing-masing. Baik Bupati maupun Wali Kota wajib memberikan informasi daerah rawan bencana, pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan, pelayanan penyelamatan dan evakuasi pada masyarakat yang terdampak bencana.

"Kami mengharapkan Gubernur mendorong Bupati/Wali Kota untuk mengimplementasikan Permendagri 101 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, khususnya dalam penanggulangan bencana. Saya mengajak Gubernur Sultra untuk membuat kebijakan yang mengedepankan bencana sebagai isu pembangunan dalam melindungi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, secara geografis, wilayah Sultra memang memiliki karakteristik rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin kencang, gelombang ekstrem. Untuk itu, Bupati dan Wali Kota harus turun langsung memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Kasihan masyarakat kita masih banyak yang tidak tahu apa itu gempa bumi dan lain-lain. Terkadang mereka sedang di kebun, tiba-tiba datang bencana, maka mereka tidak tahu harus kemana. Kita juga harus mampu mengambil langkah langkah pencegahan bencana secara nyata," kata Ali Mazi.

Bagikan