Darussalam: Rumput Stadion Betoambari Ditanam Kembali

PUBLIKSATU, BAUBAU - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum menetapkan nilai kerugian keuangan negara dari proyek rehabilitasi lapangan sepak bola stadion Betoambari tahun 2021. Kontraktor pelaksana masih diberi waktu menyelesaikan rumput Zoysia Matrella yang tak kunjung tumbuh maksimal.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Baubau, La Ode Darussalam dikonfirmasi di kantornya, Kamis (31/3). Darussalam yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Baubau merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek rehabilitasi lapangan sepak bola stadion Betoambari.
"Kita sudah menghadap BPK. BPK persilakan (rumput stadion) untuk dikerjakan kembali. Makanya, Maret ini mulai pelaksana kegiatan tanam lagi rumputnya. Kita perkirakan itu tumbuh dalam dua bulan atau April karena masa pemeliharaannya sampai Juni 2022. Jadi, saat ini BPK belum hitung kerugian negara," ujar Darussalam.
Ia menceritakan, CV Takawa Mirza Pratama sebagai pemenang tender sudah menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak yaitu Desember 2021. Namun, dalam tiba-tiba terjadi cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan pada rumput Zoysia Matrella, rumput standar federasi sepak bola dunia atau FIFA.
"Waktu itu pelaksana sudah menanam dan sudah rumput tumbuh. Tetapi curah hujan tinggi pada Desember 2021 dan panas pada Januari 2022. Panas membuat semua tanaman tergerus, tinggal sebagian yang tumbuh, itupun tidak maskimal karena membusuk semua akarnya. Fenomena ini juga didukung oleh keterangan dari BMKG bahwa benar Desember terjadi curah hujan tinggi dan Januari panas," jelasnya.
Kata dia, untuk mendukung upaya penanaman kembali rumput stadion Betoambari itu, pejabat Dispora Baubau yang ikut menangani telah menghadirkan ahli tanah. Pun, penanaman ulang rumput tersebut ditanggung sepenuhnya kontraktor.
"Memang pencairan anggaran proyek itu sudah 100 persen. Tapi, belum ditahu kerugiannya berapa. BPK masih persilakan menanam kembali karena memang faktor alam tidak bisa dipungkiri menjadi penyebab gagal tumbuh rumput itu. Kalau pun nanti ada kerugian negara, maka pasti ada rekomendasi pengembalian," katanya.