Disdagperin Baubau Yakin Pedagang tak Dirugikan Pasar Murah

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Baubau menggelar pasar murah Ramadan 1443 H/2022 M. Bahkan, operasi pasar kali ini rencananya digilir di lima kecamatan.
Pasar murah ini melibatkan sejumlah distributor yang menawarkan berbagai komoditas pokok meliputi minyak goreng, beras premium, gula pasir, telur ayam, terigu, coca-cola/fanta dan komoditas lainnya. Adapun jadwalnya yaitu Kecamatan Betoambari 11-12 April, Murhum 13 April, Sorawolio 18 April, Bungi 19 April, dan Lealea 20-21 April.
Kepala Disdagperin Baubau, La Ode Ali Hasan mengatakan, pada dasarnya harga komoditas yang dibanderol pasar murah sedikit lebih murah dibandingkan pasar-pasar umum. Rinciannya, gula pasir Rp 13.500 perkilogram, terigu Rp 10 ribu perkilogram, minyak goreng Rp 26 ribu per liter, beras Rp 10 ribu per kilogram, minuman 10 ribu Rp 13.500 per botol, dan telur Rp 43 ribu per rak.
"Hari pertama kemarin itu, antusias masyarakat sangat besar, kantor kecamatan Betoambari padat merayap. Komoditas yang terjual itu antara lain 500 kilogram gula pasir, 1.000 liter minyak goreng, sirup dan minuman bersoda masing-masing sekitar 20 lusin, 700 kilogram beras, dan 340 rak telur," kata Ali Hasan dikonfirmasi di kantornya, Selasa (12/4).
Intinya, ujar dia, pasar murah digelar untuk menjaga stabilitas harga-harga komoditas selama Ramadan dan jelang lebaran Idul Fitri 1443 H. Selain itu, pasar murah bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pokok yang terjangkau.
"Biasanya momen Ramadan dan menjelang lebaran itu harga-harga kebutuhan di pasar itu merangkak naik. Makanya, kenyataan hari ini masih normal-normal saja karena tekanan pasar murah. Tapi, kita harap ibu-ibu atau siapapun pembeli agar tidak usah main borong, sebab stok kita cukup banyak di distributor," ujarnya.
Pun, kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Baubau ini, pihaknya cukup yakin pasar murah tersebut tidak akan menjegal pendapatan apalagi merugikan pedagang di pasar-pasar tradisional. "Tidak merugikan pedagang, karena mereka juga sudah ada pasarnya sendiri," katanya.(exa)