Pengunjung KRI Dewaruci, Baubau Kalahkan Rekor Makassar

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kru KRI Dewaruci dibuat kewalahan melayani pengunjung selama berlabuh di pelabuhan Murhum. Awak kapal tak menyangka antusiasme warga Kota Baubau Sulawesi Tenggara mengalahkan kunjungan warga di pelabuhan Makassar Sulawesi Selatan.
KRI Dewaruci dalam rangka pelayaran Muhibah Jalur Rempah Nusantara tiba di pelabuhan Murhum pada Rabu (8/2/2022). Sebelum itu, kapal pelatihan bagi taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) itu singgah di pelabuhan Makassar yang juga menjadi rute Jalur Rempah. Setelahnya, KRI Dewaruci dijadwalkan bertolak ke pelabuhan Ternate Maluku Utara pada Jum'at (10/6/2022) pagi.
"Selama dua hari (di pelabuhan Murhum) ini yang di luar dugaan justru pengunjungnya membludak. Karena kemarin di Makassar tidak sebanyak ini. Kunjungan di sini jauh lebih besar daripada Makassar," kata Kepala Divisi Navigasi KRI Dewaruci, Lettu (P) Andrian Syahputra di konfirmasi di atas kapal, Kamis (9/2/2022).
Angka kunjungan warga Baubau, ujar perwira TNI Angkatan Laut ini, rata-rata berkisar 200 orang setiap kali dibuka. Sementara di pelabuhan Makassar itu hanya kurang lebih kurang 100 orang.
"Sangat besar antusias masyarakat di Baubau, sepertinya sudah ada ribuan yang naik ke kapal ini. Kita juga sampai kewalahan menangani mereka karena jumlah kita di kapal tidak sebanding dengan mereka yang datang," kata Andrian.
Pengunjung, kata dia, didominasi kalangan pelajar dan sebagian lagi masyarakat umum, selama di atas kapal ada yang sekadar berfoto-foto, adapula yang sambil mempelajari sejarah pelayaran rempah-rempah di Nusantara dengan rute Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate, Tidore, Banda, dan Kupang.
"Kapal ini memiliki historis cukup panjang yang berkaitan dengan cerita bahwa nenek moyang kita seorang pelaut. Selama pelayaran, kapal ini mengangkut 76 kru dan 37 orang Laskar Rempah yang merupakan pemuda-pemudi perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia," ujarnya.