Berita Terkini
Baubau

Mengatasi Banjir di Wilayah Bungi, PUPR Baubau Usul Rp 40 Miliar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 25 Juni 2022 00:14 WIB · 2 menit baca
Mengatasi Banjir di Wilayah Bungi, PUPR Baubau Usul Rp 40 Miliar
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse meninjau banjir di Bungi. (Foto: Suari)

BAUBAU - Mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Bungi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau bakal mengusulkan anggaran sekira Rp 40 miliar. Dana itu untuk membiayai normalisasi sungai di Kelurahan Kampeonaho Kecamatan Bungi.

Kepala Dinas PUPR Baubau, Andi Hamzah Machmud mengatakan, normalisasi sungai di Kampeonaho merupakan solusi jangka panjang dalam menangkal potensi banjir di area persawahan wilayah Kecamatan Bungi. Sebab, penyempitan hilir sungai itu ditengarai menjadi penyebab meluapnya air ke sawah-sawah kala curah hujan tinggi.

"Estimasi kami untuk biaya pengerukan dan memperlebar sungai di Bungi sana itu kurang lebih Rp 40 miliar. Itu kami sudah mengusul ke pemerintah pusat dan provinsi," ujar Andi Hamzah dikonfirmasi di kantor Wali Kota Baubau, baru-baru ini.

Saat ini, kata dia, pemerintah belum bisa berbuat banyak dalam melakukan pencegahan jangka panjang terhadap potensi banjir di persawahan wilayah Bungi itu. Pihaknya sebatas hanya bisa meminimalisasi potensi banjir dalam jangka pendek.

"Antisipasi jangka pendek kita sudah lakukan seperti menyusuri dan membersihkan aliran sungai yang dianggap menghambat laju air. Kalau pencegahan jangka panjang seperti melakukan pengerukan itu butuh biaya banyak. Mudah-mudahan usulan kita yang Rp 40 miliar itu bisa disetujui," katanya.

Lebih jauh, ujar dia, pihaknya menganggap rusaknya hutan di wilayah Kecamatan Sorawolio juga menjadi penyebab utama banjir yang kerap menerjang area persawahan di Bungi. Di mana hutan yang gundul akibat aktivitas pertambangan beberapa tahun lalu tersebut bersentuhan langsung dengan hulu sungai di Kampeonaho.

"Kondisi itu diperparah dengan pendangkalan dan penyempitan di hilir sungai. Sehingga, ketika debit air sungai yang mengalir deras dari hulu tidak terbendung lagi saat tiba di hilir dan meluap keluar menggenangi sawah-sawah," kata Andi Hamzah.(exa)