Berita Terkini
Baubau

Baubau Banyak Genangan, PUPR Salahkan Masa Lalu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 6 Juli 2022 02:59 WIB · 2 menit baca
Baubau Banyak Genangan, PUPR Salahkan Masa Lalu
Andi Hamzah Machmud

BAUBAU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau dibuat 'pening' mengatasi fenomena genangan air saat curah hujan tinggi. Terlebih, genangan air dari langit itu ada di sejumlah titik jalan umum.

Kepala Dinas PUPR Baubau, Andi Hamzah Machmud merasa munculnya genangan-genangan air itu diakibatkan pembangunan masa lalu. Di mana, infrastruktur dibangun tanpa memikirkan antisipasi genangan air.

"Sebenarnya sih (genangan itu) masalah (pembangunan) dulu, kami di PU sekarang hanya terima. Karena semua jalan itu kan sudah ada sebelum saya," kata Andi Hamzah dikonfirmasi di kantornya, Selasa (5/6).

Apalagi, ujar dia, pihaknya dihadapkan dengan masalah keterbatasan wewenang. Sebab, titik genangan air itu kebanyakan berada di jalan-jalan protokol yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kita tetap akan mencoba atasi genangan itu. Dalam waktu dekat kita akan tambah sumur resapan di tempat-tempat yang menjadi tampilan wajah Baubau. Tapi sumur itu kita buat di pinggir, bukan di area jalannya," katanya.

Tahun ini, kata dia, pihaknya berencana membuat sekitar lima sumur resapan di lima titik genangan. Satu unit sumur resapan ditaksir membutuhkan anggaran sekitar Rp 100 juta tergantung luas dan kedalamannya.

"Memang banyak genangan tapi kita prioritaskan dulu yang menggangu aktivitas umum terutama jalan raya seperti di depan kuda putih BWI dan jalan di Lipu. Kalau (genangan) dalam pemukiman itu harusnya masyarakat yang inisiatif sendiri," ujar Andi Hamzah.