Berita Terkini
Muna

Sejumlah Pimpinan OPD Diduga Tidak Loyal Kepada Pj Bahri

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 13 Juli 2022 00:29 WIB · 2 menit baca
Sejumlah Pimpinan OPD Diduga Tidak Loyal Kepada Pj Bahri
Pj. Bupati Mubar, Dr. Bahri (pakai kopiah)dan Kabag Humas Pemda Mubar, Fajar Fariki. (Foto: Anuardin)

MUBAR - Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Bahri mulai diserang isu tak sedap. Isu itu berhembus di tengah-tengah masyarakat maupun di internal birokrasi lingkup Pemkab Muna Barat. Ada isu bahwa Bahri hanya akan menjabat selama tiga bulan.

Isu itu diduga dihembuskan untuk mempengaruhi para birokrasi khususnya para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Mubar untuk tidak loyal kepada Pj Mubar, sehingga beberapa paket proyek di Mubar dilelang tanpa koordinasi dengan Pj Bupati Mubar.

Rupanya isu tersebut sudah tiba ditelinga Pj Bupati Mubar, Bahri. Ia pun langsung menggelar rapat tertutup dengan seluruh kepala OPD. Dalam rapat tersebut selain agendanya membahas tentang HUT Kabupaten Muna Barat, Bahri juga menegaskan kepada seluruh kepala OPD agar tidak mendengar isu yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Saat rapat tertutup beberapa waktu lalu yang dihadiri seluruh OPD dalam persiapan HUT Mubar yang langsung dipimpin pak Bupati, beliau agak marah tidak seperti biasanya, tensinya meninggi karena ada beberapa proyek terlelang tanpa koordinasi," ungkap Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Muna Barat, Fajar Fariki, Selasa, 12/07/2022.

Menurut Fajar Fariki, munculnya isu yang dihembuskan di kalangan pimpinan OPD dan masyarakat bahwa Bahri hanya tiga bulan dan paling lambat enam bulan menjadi penjabat di Mubar membuat para kepala OPD 'goyang'.

"Isu liar ini bisa jadi membuat ASN dan OPD goyang, jadi perlu saya sampaikan bahwa beliau itu mendapat penugasan di Mubar atas arahan bapak Presiden Jokowi melalui bapak Mendagri RI, Tito Karnavian selama 1 tahun sampai 2023 dan berpotensi sampai 2024 sampai Pilkada serentak selesai untuk memastikan ada Bupati Mubar yang definitif," ujarnya.

Fajar menduga isu liar yang berkembang diduga merupakan skema politik untuk membangun opini sehingga ASN tidak patuh dan loyal kepada Pj Bupati Muna Barat di bawah kendali Bahri.