Berita Terkini
Baubau

Warga Bataraguru Ingatkan Tragedi Longsor Timbun Tiga Warga

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 29 Juli 2022 02:29 WIB · 2 menit baca
Warga Bataraguru Ingatkan Tragedi Longsor Timbun Tiga Warga
Pejabat Kelurahan Bataraguru sedang menunjukkan titik rawan longsor di RT 01 RW 08 kepada pejabat BPBD Baubau. (Foto Texandi)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Penduduk RT 01 RW 08 Kelurahan Bataraguru Kecamatan Wolio berharap dibuat talud di pemukimannya. Wajar saja, wilayah tersebut pernah dilanda longsor yang menewaskan tiga orang.

"Di sini pernah terjadi longsor kalau tidak salah tahun 2005. Waktu itu tanah menimbun tiga orang meninggal dunia karena tertimbun," kata Ketua RT 01 RW 08 Bataraguru, Syafiuddin kepada wartawan, Kamis (28/7).

Longsor tersebut, ujar dia, terjadi di lahannya sendiri. Lokasi itu dekat dengan makam seorang raja yang diyakini bernama Bataraguru. Saat itu korban terdiri dari seorang anak dan dua dewasa sedang di rumah kos yang letaknya berada di bawah.

"Longsoran tanahnya sampai digali dengan alat berat. Mayat korban baru didapat karena tebalnya tanah yang timbun. Pada saat itu tidak hujan, tapi memang mungkin karena gusuran tanah di bawah terlalu ke dalam dan beban di atas terlalu berat, sehingga tanahnya jatuh," tuturnya.

Ia mengatakan, pemukiman tersebut dihuni sekitar 60 Kepala Keluarga dan berpenduduk sekitar 260 jiwa. "Harapan saya di sini dibangun talud demi keamanan kita punya lingkungan. Saya rela tanah ku ini dibangunkan talud sepanjang kira-25 meter dengan tinggi 5-12 meter," ujar Syafiuddin.

Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Hamkah mengatakan, sebenarnya pembuatan talud penahan tanah tebing di lokasi tersebut telah diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2020 lalu. Pihaknya memperkirakan talud itu membutuhkan anggaran lebih dari Rp 2,5 miliar.

"Pembangunan talud itu pernah coba diusulkan di Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tahun 2020 dan 2021. Makanya BPBD ambil alih dengan pertimbangan keuangan daerah sulit membiayai. Mudah-mudahan tahun ini bisa disetujui BNPB," ujar Hamkah.(exa)