Nasional

Penjelasan IDI Soal Kelompok LGBT Banyak Tertular Cacar Monyet

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 3 Agustus 2022 12:49 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Penjelasan IDI Soal Kelompok LGBT Banyak Tertular Cacar Monyet
Tangkapan layar Ketua Satgas Monkeypox PB IDI Hanny Nilasari dalam konferensi pers penanggulangan penyakit menular secara daring di Jakarta, Selasa (2/8). (Zubi Mahrofi/Antara)

PUBLIKSATU – Penyakit cacar monyet menjadi perhatian dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO mengungkapkan mayoritas fokus penyakit cacar monyet di luar negara endemik umumnya dialami pria sesama jenis.

Meski di Indonesia kasus ini belum terdeteksi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyoroti kasus cacar monyet mayoritas terjadi di kalangan pria penyuka sesama jenis atau LSL.

Dikutip dari jawapos.com, Ketua Satgas Cacar Monyet PB IDI dr Hanny Nilasari mengungkapkan banyak laporan kasus cacar monyet di dunia berasal dari kelompok LGBT. Menurutnya, kasus cacar monyet di dunia juga banyak ditemukan pada penderita HIV salah satunya di negara Afrika sebagai daerah endemik.

“Banyak dilaporkan pada populasi gay, lesbian, dan HIV. Itu cukup banyak kena monkeypox,” kata Hanny dalam webinar, Selasa (2/8).

Namun, Hanny menegaskan banyaknya kasus cacar monyet pada LGBT bukan penyakit seksual. Ia menjelaskan secara teori, kontak erat sentuhan termasuk hubungan seksual sangat berpotensi menjadi sumber penularan cacar monyet.

“Penularannya dari kulit ke kulit, mata ke mata, anus ke anus. Jadi bukan pada populasi khusus ini, tapi semua yang berisiko mendapat kasus ini,” ujarnya.

Belum Ada Vaksin Khusus Cacar Monyet

Bagikan