Pj Mubar Bahri Bakal Batalkan Pinjaman PEN
Bagikan

MUBAR - Rencana penambahan bangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan pengaspalan beberapa ruas jalan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) terancam gagal. Dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) rencananya akan dibatalkan Pj Bupati Mubar, Dr Bahri.
"Di APBD Perubahan dana pinjaman PEN itu saya mau cabut. Kalau DPRD setuju anggaran PEN kita keluarkan. Tidak jadi kita minjam. Dari pada kita cicil selama 8 tahun, lebih baik dibatalkan saja," ungkap Bahri.
Belum lama ini, DPRD Mubar bersama eksekutif, membahas alokasi dana pinjaman tersebut. Rencananya uang itu dipakai untuk pembangunan gedung RSUD dan pengaspalan beberapa ruas jalan.
"Kalau jadi pinjam, akan membenahi keuangan daerah. Kita harus membayar uang pokok, bunga, provisi, dan biaya pengelolaan. Ada empat item biaya yang kita keluarkan. Ditaksir hampir Rp. 30 M dalam 1 tahun," sebutnya.
Katanya, dari postur APBD Mubar yang hanya Rp. 600 miliar, ruang fiskal untuk melakukan pinjaman sempit. Terlebih lagi tahun depan, diperhadapkan dengan banyak kegiatan yakni pembangunan perkantoran. Termasuk pemilihan presiden (Pilpres).
"Ke depan banyak uang kita alokasikan. Dengan kondisi APBD yang hanya Rp. 600 M, tidak memungkinkan untuk dilakukan pinjaman," ujarnya.
Isu pembatalan dana PEN sudah lama tersiar. Bahkan Pj Bupati sendiri yang disebut-sebut membatalkan PEN tersebut saat pertemuan para bupati se-Sultra dengan gubernur. Namun, isu itu ditepis dengan tegas Dr Bahri.