Berita Terkini
Buton

10 Muharam, Pemda Buton Gelar Tradisi "Pakandeana Ana-Ana Maelu"

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 10 Agustus 2022 20:33 WIB · 2 menit baca
10 Muharam, Pemda Buton Gelar Tradisi "Pakandeana Ana-Ana Maelu"
Proses pakandeana ana-ana maelu. (Foto: Istimewa)

BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton kembali menyelenggarakan tradisi "pakandeana ana-ana maelu" atau tradisi memberi makan dan menyantuni anak yatim piatu di Hari Asyura 10 Muharam. Giat berlangsung di aula Rujab Bupati Buton, Senin 8 Agustus 2022.

Sebanyak 70 anak yatim piatu mengikuti pelaksanaan tradisi di kali kedua sejak dilaksanakan tahun 2021.

Konsistensi tradisi ini dalam rangka melestarikan adat istiadat yang baik, yang sudah turun temurun terpelihara sejak masa Kesultanan Buton ratusan tahun yang lampau (sekitar tahun 1500 masehi) dan telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Acara sakral ini dihadiri oleh yang mewakili Bupati Buton, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Buton Alimani, segenap Perangkat Masjid Agung Keraton Buton, para Kepala OPD, Kabag, camat, serta lurah/ keepala desa se-Kecamatan Pasarwajo.

Ritual "pakandeana ana-ana maelu" diawali dengan membasuh muka anak yatim piatu dengan air yang telah didoakan, kemudian disuapi dengan makanan yang disiapkan pada talang adat Buton dan diberi minum air asyura. Setelah itu diusap ubun-ubunnya sebanyak 3 kali dengan minyak dengan niat agar anak tersebut diberi umur panjang, lancar rezeki yang halal dan kokoh imannya dalam Islam dan terakhir diberi santunan.

Dalam sambutannya, mewakili Bupati Buton, Alimani, memberikan penghargaan yang tinggi atas kehadiran Perangkat Sara Masjid Agung Keraton Buton dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Asisten 1 mengungkapkan pelaksanaan tradisi pakandeana ana-ana maelu ini merupakan wujud pelestarian budaya Buton yang selaras dengan visi Kabupaten Buton di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yaitu menjadikan Kabupaten Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan.