Rute Mandiri Jogja Marathon Dapat Sertifikasi AIMS
Bagikan

PUBLIKSATU – Setelah vakum dua tahun, Bank Mandiri kembali menggelar race skala internasional di Jogjakarta. Bertajuk Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2022, event tahunan yang diadakan oleh Bank Mandiri itu diikuti enam ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Seperti tahun sebelumnya, ada lima kategori dalam race tersebut. Yaitu, maraton (42,195 km), half marathon (21 km), 10 km, dan 5 km. VP Corporate Communication Bank Mandiri Ricky Andriano menjelaskan, sebagian besar pelari yang mengikuti lomba maraton itu berasal dari wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar di Indonesia. Termasuk beberapa warga negara asing (WNA) ekspatriat dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, Australia, India, Brasil, dan Singapura.
Perhelatan MJM kali ini juga istimewa karena secara resmi pada 2022 ini, rute maraton, HM, dan 10 km sudah disertifikasi oleh AIMS (Association of International Marathons and Distance Races). ”Ini salah satu bukti dari keseriusan Bank Mandiri terhadap perkembangan olahraga atletik di Indonesia sehingga rute Mandiri Jogja Marathon diakui oleh World Athletics,” kata Race Director Pandara Sports Andreas Kansil sebagai tim penyelenggara.
”Kami yakin kali event kali ini akan lebih meriah dan dapat menjadi obat rindu bagi pelari di Indonesia,” katanya dikutip dari jawapos.com.
Pelaksanaan kegiatan MJM 2022 juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Antara lain, dengan mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah Kota Jogjakarta. ’’Dalam perhelatan Jogja Marathon 2022, sejak awal aspek kesehatan dan keselamatan peserta menjadi prioritas kami. Tak hanya itu, MJM 2022 kali ini juga mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 sejak awal,” imbuhnya.
Berlangsung di kawasan Prambanan pagi ini (14/8), perhelatan yang telah digelar sejak 2017 itu juga menjadi wujud komitmen Bank Mandiri untuk terus memperkenalkan keunikan serta keberagaman pariwisata di tanah air.
Untuk itu, dalam MJM 2022, Bank Mandiri bersama dengan Pemerintah Provinsi Jogjakarta turut berupaya untuk mengangkat serta mempromosikan kekayaan budaya dan produk lokal. Sebagai upaya untuk mengoptimalkan hal tersebut, event itu juga menggandeng berbagai instansi lokal, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Kepolisian Daerah Jogjakarta, hingga PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.