Berita Terkini
Baubau

KSOP Baubau Salahkan Kebiasaan Calon Penumpang Pelni

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 19 Agustus 2022 02:13 WIB · 2 menit baca
KSOP Baubau Salahkan Kebiasaan Calon Penumpang Pelni
Suasana lalu lintas orang di halaman parkir Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Kamis (18/8). Tampak ada yang berjalan dan ada pula duduk berdiri di area luar terminal ruang tunggu. (Foto Texandi)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau membantah tudingan kerap membiarkan calon penumpang kapal Pelni menumpuk di lantai I terminal ruang tunggu Pelabuhan Murhum. Penumpukan itu disebut akibat keinginan calon penumpang sendiri.

Media ini pernah merilis fenomena penumpukan calon penumpang armada Pelni di lantai I ruang tunggu Pelabuhan Murhum, Jum'at (12/8) lalu. Saat itu, calon penumpang KM Nggapulu merasa tidak mendapat arahan dari petugas KSOP Baubau untuk memanfaatkan lantai II dan III ruang tunggu.

"Sebenarnya lantai I,II, dan III (ruang tunggu) itu dibuka buat umum. Cuma yang jadi masalah penumpang yang di luar terminal ini disuruh masuk, gak mau masuk. Petugas sudah memberikan jalan ke atas, cuma penumpangnya aja gak mau masuk," kata Pelaksana Harian Kepala KSOP Kelas II Baubau, Herwan Rasyid dikonfirmasi di kantornya, Kamis (18/8).

Selain itu, ujar dia, calon penumpang juga terkadang membawa barang bawaan yang lumayan besar. Keadaan ini menjadi kendala tersendiri lantaran calon penumpang bersangkutan kesulitan memboyong barangnya naik ke lantai II ruang tunggu Pelabuhan Murhum.

"Semua penumpang yang sudah mempunyai tiket berhak menggunakan fasilitas yang ada. Kami tidak pernah menutup, silahkan ke atas apabila lantai satu sudah penuh. Bagi penumpang Lansia (Lanjut Usia) bisa menggunakan lift untuk naik-turun. Tapi, kenyataannya sekarang ini lantai I saja jarang digunakan," tuturnya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan (Kasi Lala) KSOP Baubau ini mengatakan, tiga lantai ruang tunggu Pelabuhan Murhum memiliki kapasitas atau daya tampung sekitar 1.500 orang. "Di situ sudah ada AC, toilet dan malahan tempat makan. Penumpang dikasih kesenangan karena itu hak mereka," katanya.

Hanya saja, beber dia, saat ini, fasilitas eskalator (tangga yang digerakkan listrik) yang ada di ruang tunggu Pelabuhan Murhum memang sedang tidak difungsikan karena dalam proses perbaikan. Pihaknya masih menunggu kedatangan operator yang menjalankan eskalator tersebut.