Bakal Naik, Ini Perjalanan Harga Pertalite dari Pertama Kali Launching
Bagikan

Publiksatu – Pemerintah berencana mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pada pekan ini. Hal tersebut seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam kuliah umum di Universitas Hasanudin, Makassar, Jumat (19/8/2022).
Luhut menyebut, hal itu dilakukan guna merespons tingginya harga minyak mentah global dan tingginya beban subsidi terhadap APBN. “Mungkin Minggu depan (pekan ini) Presiden akan umumkan mengenai apa bagaimana mengenai kenaikan harga ini. Presiden sudah indikasikan tidak mungkin kita pertahankan,” ujar Luhut, Jumat (19/8) seperti dikutip dari jawapos.com.
Penting diketahui, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite diluncurkan pertama kali pada 24 Juli 2015. Sejak pertama kali diluncurkan di era Jokowi, harga Pertalite sempat mengalami perubahan. Tak melulu naik, ternyata Pertalite pernah tercatat mengalami penurunan harga.
Berikut perjalanan harga Pertalite selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi:
Harga Pertalite di Pulau Jawa dan Bali per 15 Agustus 2016 sebesar Rp 6.900 per liter. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua sebesar Rp 7.100. Sedangkan di Riau dan Batam sebesar Rp 7.300.
Pada tahun 2017, harga Pertalite mengalami dua kali kenaikan, yakni pada April dan November. Per 22 April 2017, harga Pertalite di Pulau Jawa, Bali dan sebagian Pulau Sumatera sebesar Rp 7.400 per liter. Lalu di Kalimantan, Sulawesi, Jambi, Lampung, Sumsel, dan Papua sebesar Rp 7.600. Sementara di Kepulauan Riau, Riau, dan Batam sebesar Rp 7.800 per liter.
Sedangkan per 17 November 2017, harga Pertalite di Pulau Jawa dan Bali naik Rp 100 menjadi Rp 7.500 per liter. Lalu di Kalimantan, Sulawesi, Papua, Lampung, Bangka Belitung dan Jambi sebesar Rp 7.700 per liter. Kemudian, Kepulauan Riau, Riau, dan Batam sebesar Rp 7.900 per liter.