1 dari 5 Penyintas Covid-19 Bisa Mengalami Kerusakan Organ
Bagikan

Publiksatu – Pernah terkena Covid-19 bisa berisiko mengalami dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang di masa depan. Penelitian di sejumlah literatur menyebutkan, Covid-19 tak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat merusak organ lainnya.
Sebanyak 20 persen atau 1 dari 5 orang mengalami Long Covid seperti laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS. Gejala Long Covid yang dialami misalnya batuk, sesak, hingga sakit kepala. Saat berjalan atau berlari, sebagian orang juga masih merasakan rasa terengah-engah.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengutip hasil CDC bahwa dampak sebanyak 20 persen atau seperlima kasus yang pulih dan dinyatakan sembuh, berpotensi mengalami Long Covid. Situasi itu akan menjadi beban di masyarakat.
“Dari data terakhir menyebutkan pasca sembuh dari Covid, baik pada anak maupun dewasa, seperlima atau 1 dari 5 kasus ataupun 20 persen dari kasus pulih, berpotensi mengalami Long Covid,” tegas Dicky seperti dikutip dari JawaPos.com, Rabu (31/8).
Long Covid, kata dia, adalah gejala ikutan atau dampak dari penyakit ini tak berhenti. Ternyata Covid-19 dapat menimbulkan penyakit tambahan atau penyakit baru.
“Karena dampak rusaknya atau terganggunya fungsi organ, umumnya berupa gangguan di jantung, paru-paru, otak,” katanya.
Dicky menyebutkan, Covid-19 sebagai penyakit sistemik yang merusak seluruh sistem. Hal yang mendasarinya adalah infeksi Covid-19 juga infeksi pada pembuluh darah dan menyebabkan organ vital terganggu.