Bansos Diklaim Bisa Menahan Jumlah Kemiskinan Pasca Harga BBM Naik
Bagikan

Publiksatu – Bantuan sosial diklaim bisa menahan jumlah kemiskinan pasca harga BBM naik. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers pengumuman kenaikan harga BBM di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9).
Pemerintah bahkan menggelontorkan anggaran bansos sebesar Rp 24,17 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Diharapkan, tambahan bansos ini bisa menahan angka kemiskinan bahkan diupayakan menurun.
“Kami perkirakan dengan adanya bansos yang diberikan, tambahan Rp 24,17 triliun, maka bisa menahan pertambahan jumlah kemiskinan. Sehingga tetap bisa kita jaga dan bahkan diupayakan menurun melalui program-program pemerintah lainnya,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari jawapos.com.
Ani, sapaan Sri Mulyani, juga tak menampik bahwa kenaikan ini akan membawa dampak terhadap peningkatan inflasi dan progres pemulihan ekonomi. Untuk itu, pemerintah akan berupaya untuk terus memantau dampak inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar tidak tersendat.
“Kita juga akan memantau dampak inflasi dan pertumbuhan ekonomi serta kemiskinan (dampak) dari kenaikan BBM yang diumumkan oleh bapak menteri ESDM,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah, bansos yang diyakini pemerintah dapat memulihkan daya beli masyarakat, tidak akan cukup berpengaruh terhadap dampak kenaikan BBM. Kenaikan BBM justru berpeluang menambah angka kemiskinan.
“Bansos tidak akan mampu menahan tambahan penduduk miskin apabila skenario terburuk lonjakan inflasi di atas 8 persen dan pemulihan ekonomi terganggu. Apalagi menurunkan kemiskinan,” kata Piter kepada JawaPos.com, Sabtu (3/9).