Bansos Dianggap Menekan Angka Kemiskinan 0,3 Persen
Bagikan

Publiksatu – Bantuan Sosial dianggap bisa menekan angka kemiskinan hingga mencapai 0,3 persen. Pemerintah akan memberikan Bansos kepada 40 persen penduduk yang mempunyai tingkat kesejahteraan sosial terendah.
“Orang miskin itu kan di 10 persen terbawah. Jadi orang miskin itu di Desil 1, lalu kita siapkan bantalannya (bansos) ini sampai Desil 4,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/9) seperti dikutip dari jawapos.com.
Untuk informasi, mengutip laman resmi Kemensos RI, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data induk penerima bantuan memuat 40 persen penduduk yang mempunyai status kesejahteraan sosial terendah dan dapat menerima bantuan.
Adapun tingkatannya, dalam 40 persen itu terbagi empat, yakni Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4. Desil 1 adalah rumah tangga dengan peringkat kesejahteraan yang paling rendah. Kemudian Desil 2 merupakan masyarakat dengan kelas menengah ke bawah yang rawan miskin. Masyarakat yang masuk Desil 2 selama ini mendapatkan bansos berupa KIP, Program Sembako dan KIS.
Lalu Desil 3 adalah masyarakat kelas menengah yang rentan miskin apabila terjadi goncangan ekonomi. Sedangkan Desil 4 mereka yang dianggap sebagai masyarakat sudah mampu secara finansial, tetapi apabila ada goncangan ekonomi menjadikan masyarakat di golongkan ini hampir miskin.
Atas dasar itu, Febrio yakin, dana bansos Rp 24,17 triliun yang digelontorkan hingga Desil 4 di tengah kenaikan BBM mampu menurunkan angka kemiskinan. Bahkan, ia memproyeksi angka kemiskinan bisa turun 0,3 persen karena bansos.
“Ini kemudian kita hitung bersama-sama sehingga angka kemiskinannya justru dengan bansos ini mengakibatkan angka kemiskinan itu turun mungkin sekitar 0,3 persen,” ujarnya.