Pesawat TNI-AL Yang Jatuh di Dasar Selat Madura Akhirnya Ditemukan
Bagikan

TNI-AL Kirim Penyelam dan Kopaska untuk Cek Kondisi Pilot
Publiksatu – Latihan peperangan anti serangan udara berakhir pilu kemarin (7/9). Manuver pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan kopilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti tidak berjalan sesuai dengan rencana.
Pesawat G-36 Bonanza dengan nomor ekor T-2505 yang mereka awaki jatuh dan tenggelam di perairan Selat Madura, Jawa Timur. Sampai kemarin petang, dua penerbang tersebut belum ditemukan regu pencari yang dikerahkan TNI-AL.
Untuk memaksimalkan pencarian, TNI-AL mengerahkan 7 KRI, 2 KAL (kapal Angkatan Laut), 2 regu Komando Pasukan Katak (Kopaska), 2 tim penyelam, 2 helikopter, dan 1 unit CN-235. Seluruhnya bergerak dipimpin langsung oleh panglima Komando Armada (Koarmada) II. Namun, cuaca menjadi kendala. Hujan deras yang mengguyur Selat Madura mengganggu jarak pandang regu pencari.
Dikutip dari jawapos.com, Komandan Pusat Penerbangan TNI-AL (Puspenerbal) Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan menyampaikan, pihaknya tidak membatasi durasi pencarian. ”Sesuai dengan perintah Bapak KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, Red), secepatnya kami akan melakukan evakuasi,” tegas dia kepada awak media di Jakarta. Dwika memastikan bahwa regu pencari sudah menemukan pesawat tersebut di dasar laut.
Menurut perwira tinggi bintang dua TNI-AL itu, pesawat nahas tersebut berada di kedalaman 10–15 meter di bawah permukaan laut. Lokasi persisnya tidak jauh dari tempat lost contact. Yakni, di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), perairan Selat Madura di antara Kabupaten Bangkalan dan Gresik. Dwika menyebut, KRI yang dikirimkan ke lokasi kecelakaan telah mendeteksi siluet pesawat tersebut. Siluet itu tampak dalam tangkapan sonar.
Namun, tangkapan sonar tersebut tidak dapat melihat secara terperinci. Akibatnya, posisi dua penerbang itu belum diketahui. ”Kami tidak bisa detail melihat apakah masih ada kru karena bentuknya hanya siluet,” kata Dwika.