Nasional

Ingin Menjaga Berat Badan tapi Ingin Tetap Konsumsi Karbohidrat, Ini Tipsnya

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 16 September 2022 21:43 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Ingin Menjaga Berat Badan tapi Ingin Tetap Konsumsi Karbohidrat, Ini Tipsnya
Ilustrasi makanan berkarbohidrat. (Istimewa)

Publiksatu – Kerap dianggap bikin gemuk, dokter spesialis diet dr. Christopher Andrian menjelaskan bahwa karbohidrat tak harus dihindari saat diet, namun hanya perlu diatur porsinya.

“Orang tahunya diet itu nggak makan ya. Sebenarnya kalau kita google, diet itu sebenarnya artinya adalah asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Kita makan itu namanya diet,” kata Christopher terkait dengan pola mengatur makanan saat dijumpai di Jakarta Selatan, Kamis (15/9) seperti dikutip dari jawapos.com.

“Nah seringnya karbohidrat itu punya bad reputation di Indonesia. Karena orang Indonesia itu hampir 70 sampai 80 persen itu makanannya adalah karbohidrat. Tapi sebenarnya, masalahnya kita makan nasi itu pakai apa? Misal sarapan pakai nasi uduk pakai bakwan goreng, bihun goreng, kentang balado, itu hampir 80 persen isinya kan karbohidrat semua,” sambungnya.

Lebih dalam Christopher menjelaskan, jika pola makan seperti itu terus menjadi kebiasaan maka dapat mengakibatkan kolesterol dan gula darah menjadi naik. Jadi, mengonsumsi karbohidrat sebenarnya tetap baik karena berfungsi sebagai sumber energi. Namun, masyarakat harus menghilangkan kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebih.

“Kalau itu diterusin, kolesterol bisa naik, gula juga naik. Sama kayak roti, kebiasaannya makan roti pakai selai. Itu kan karbo pakai kabo lagi. Jadi akan double triple karbo. Itu yang jadi masalah. Ditambah karbo fungsinya untuk bakar kalori, tapi sehari-hari cuma duduk doang. Akhirnya karbonya jadi lemak,” paparnya.

“Jadi sebenarnya yang benar adalah jangan pernah mengkombinasikan dua sampai tiga karbohidrat dalam sekali makan,” lanjut Christopher.

Kemudian, Christopher juga mengimbau agar masyarakat dapat membedakan karbohidrat kompleks dan simpleks saat diet. Jika dapat membedakan kedua jenis karbohidrat ini, maka diet pun dapat dilakukan dengan baik dan sehat.

Bagikan