Berita Terkini
Nasional

IKN Nusantara Peluang Implementasi Hunian Cerdas Dalam Skala Besar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 23 September 2022 21:09 WIB · 2 menit baca
Bagikan
IKN Nusantara Peluang Implementasi Hunian Cerdas Dalam Skala Besar
Ilustrasi Titik Nol Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (Bayu Pratama S./Antara)

Publiksatu - Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bisa menjadi peluang implementasi konsep hunian cerdas atau smart housing dalam skala besar. Hal tersebut diungkapkan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

”Ini yang kami coba di IKN dalam skala lebih besar,” ujar Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Kementerian PUPR Edward Abdurrahman seperti dikutip dari jawapos.com yang juga mengutip dari Antara.

Prinsip pengembangan IKN, menurut Edward, mengacu pada lima prinsip. Yakni smart workplace, smart living, smart mobility and transportation, smart nature preservation, dan smart transformation of nation and culture.

Konsep smart living diterjemahkan melalui penyediaan smart housing yang memenuhi key performance index perumahan di IKN. ”Kalau dari sisi target sampai dengan 2045, kota ini akan dihuni sekitar 1,91 juta penduduk sehingga sudah mulai menjadi sebuah kota besar tentunya untuk peningkatan-peningkatan yang membutuhkan aspek yang sifatnya ramah lingkungan (green) dan cerdas,” ujar Edward.

Aspek-aspek ramah lingkungan dan hunian cerdas di IKN, terkait sistem perkotaan melalui smart building, water, and waste management. Kemudian mempertimbangkan lingkungan hidup dan iklim dengan sistem penataan lingkungan terpadu, smart emergency and flood management.

”Untuk smart security yakni peningkatan pengawasan dan smart public lightning. Kemudian terkait dengan kelayakan huni dan kedinamisan, dan hal-hal yang berhubungan dengan kenyamanan mobilitas penghuni IKN. Hal ini yang Kementerian PUPR coba terapkan di IKN,” terang Edward Abdurrahman.

Sebelumnya, Program Visium 2030 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 100 persen hunian cerdas dengan 100 persen pelayanan air minum, nol hektare kawasan kumuh dan 100 persen pelayanan sanitasi.

Bagikan