Berita Terkini
Olahraga

Bonek-Aremania Rukun dan Berdampingan di Perbatasan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 24 September 2022 19:30 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Bonek-Aremania Rukun dan Berdampingan di Perbatasan
LOYALITAS TANPA BATAS: Puluhan ribu Bonek mendukung Persebaya saat berlaga di ajang Surabaya 729 Game melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (22/5). (ANGGER BONDAN/JAWA POS )

Publiksatu– Tiap kali mendengar ada korban jatuh akibat rivalitas Bonek-Aremania, hati kecil Moh. Sholeh berteriak. Dia ingin sekali mengajak semuanya hidup rukun dan damai seperti di tempat tinggalnya, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Di kecamatan yang terdiri atas 19 desa dan berbatasan dengan Kabupaten Malang itu, Bonek-Aremania hidup berdampingan. Tidak pernah ada gesekan. ”Teman saya Aremania di sini sering main sepak bola bersama,” ungkap pria yang juga koordinator Bonek Sukorejo itu.

Sholeh menuturkan, di Sukorejo, ada tiga elemen suporter: Sakera, pendukung Persekabpas Pasuruan; Bonek, suporter Persebaya; dan Aremania yang mendukung Arema FC.

Bonek Sukorejo pernah turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat Batu yang mengalami musibah bencana alam beberapa waktu lalu. Mereka datang ke lokasi yang dihuni banyak Aremania.

Dia berharap rivalitas lama dua kelompok suporter itu diakhiri. ”Ya, rival 90 menit saja seperti Bonek-Aremania di sini. Gojlok-gojlokan biasa, setelah itu ya berteman, sesama warga Sukorejo,” harapnya.

M. Muchsin, salah seorang perwakilan Bonek Pasuruan, juga selalu mengingatkan teman-temannya agar tidak perlu ke Stadion Kanjuruhan ketika Persebaya berlaga di sana. Termasuk di laga pekan depan (1/10). ”Karena saya tidak mau ada insiden-insiden lagi,” ujarnya. (*)

Bagikan