Berita Terkini
Internasional

Tuntutan Larangan Penjualan Senjata di Amerika Serikat

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 24 September 2022 20:31 WIB · 2 menit baca
Tuntutan Larangan Penjualan Senjata di Amerika Serikat
Keluarga korban penembakan massal menggelar aksi solidaritas di gedung Capitol AS. (Kevin Lamarque/Reuters)

Publiksatu – Tuntutan penjualan senjata di Amerika Serikat disuarakan keluarga korban penembakan massal. Mereka menggelar aksi solidaritas di gedung Capitol AS. Para penyintas dan keluarga yang selamat dari setidaknya 9 penembakan massal di Amerika Serikat berkumpul di Capitol Hill untuk menuntut larangan penjualan senjata.

Organisasi advokasi March Fourth menggelar pertemuan umum dengan mengajak para penyintas dari penembakan Sekolah Dasar Robb di Uvalde, Texas. Mereka mengusulkan larangan sipil terhadap senjata. RUU tersebut disahkan di DPR pada Juli dan Senat pada 1 Agustus.

Dion Green, yang selamat dari penembakan massal di Dayton, Ohio, pada 2019 tetapi kehilangan ayahnya dalam tragedi itu, berbicara di rapat umum untuk mendukung undang-undang tersebut. “Kita harus terus bersatu seperti ini, terus menjadi pengubah permainan untuk mencegah peristiwa ini terjadi lagi,” kata Green seperti dikutip dari jawapos.com yang juga mengutip dari kepada ABC News.

“Rasa sakit kami nyata, dan kami tidak sendirian,” katanya.

Nubia Hogan kehilangan ayahnya, Eduardo Uvaldo, pada penembakan saat parade 4 Juli di Highland Park, Illinois. Hogan mengatakan dia dan saudara perempuannya, Tanya Castro, memilih untuk mendesak larangan senjata.

Jazmin Cazares, saudara perempuan korban penembakan Uvalde berusia 10 tahun Jacklyn Cazares, mengatakan orang-orang tampaknya tidak memahami rasa sakit yang dia rasakan. Ayahnya, Javier Cazares, berkumpul bersama Jazmin, dan merefleksikan pertemuan keluarga.

“Sekarang kami memiliki lebih banyak keluarga dari penembakan yang berbeda,” kata Javier Cazares kepada ABC News.