Berita Terkini
Internasional

Tewasnya Mahsa Amini Picu Aksi Terbesar sejak Revolusi 1979

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 27 September 2022 16:55 WIB · 2 menit baca
Tewasnya Mahsa Amini Picu Aksi Terbesar sejak Revolusi 1979
Aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian Mahsa Amini. Di beberapa wilayah, aksi unjuk rasa berakhir ricuh. (Ozan Köse/AFP)

Publiksatu – Demonstrasi menuntut tewasnya Mahsa Amini di Iran terus berlangsung. Setidaknya 1.200 orang ditangkap dan puluhan korban lainnya tewas sejak demonstrasi di Iran berlangsung mulai pekan lalu. Meski begitu, massa tidak menyurutkan aksi mereka.

Publiksatu – Demonstrasi menuntut tewasnya Mahsa Amini di Iran terus berlangsung. Setidaknya 1.200 orang ditangkap dan puluhan korban lainnya tewas sejak demonstrasi di Iran berlangsung mulai pekan lalu. Meski begitu, massa tidak menyurutkan aksi mereka.

Jumlahnya justru kian banyak.

Demonstrasi yang menuntut diakhirinya kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan serta kewajiban memakai jilbab itu malah meluas ke lebih dari 40 kota di 31 provinsi di Iran. Mayoritas terjadi di kota-kota besar.

’’Demonstran kini menggunakan berbagai taktik berbeda. Mereka bergerak dari satu kota ke kota lain dan membuat pasukan keamanan sulit mengontrol semua lokasi,’’ ujar Sima Sabet, jurnalis dan presenter di Iran International TV, sebagaimana dikutip dari jawapos.com yang juga mengutip The Guardian.

Dia menyatakan, demo kali ini berbeda dengan aksi menentang pemerintah yang diberi nama Revolusi Hijau pada 2009. Saat ini massa berani melawan kembali. Mereka tidak takut lagi terhadap rezim pemerintahan yang brutal.

Sabet menjelaskan, demonstran membakar ambulans karena kendaraan tersebut tidak dipakai untuk membawa korban yang terluka. Namun, ambulans justru dimanfaatkan pemerintah untuk membawa pasukan keamanan. ’’Baru kali ini perempuan Iran membakar hijabnya dan didukung para lelaki,’’ terangnya.