Berita Terkini
Nasional

Pengamat Menilai Deklarasi Anies sebagai Capres Sebagai Efek Kejut

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 4 Oktober 2022 20:44 WIB · 2 menit baca
Pengamat Menilai Deklarasi Anies sebagai Capres Sebagai Efek Kejut
Calon presiden 2024 yang diusung Partai NasDem memberikan sambutan saat Deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia Partai NasDem Anies Baswedan di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai NasDem resmi mengusung Anies Baswedan maju jadi capres unt

Publiksatu – Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menyatakan bahwa pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh Partai NasDem di tengah jabatannya sebagai Gubernur DKI yang belum berakhir adalah hal biasa dalam politik. Ujang mengatakan bahwa hal itu justru merupakan salah satu strategi dalam politik.

Sebab, menurutnya, jika pengusungan diumumkan sesudah Anies resmi lengser sebagai Gubernur DKI, hal itu tidak akan memberikan efek kejut.

“Saya lihat itu strategi NasDem menjaga Anies karena dia masih menjadi gubernur dan NasDem menjaga momentum di akhir ujung jabatan deklarasi pencapresan Anies,” jelasnya kepada wartawan seperti dikutip dari jawapos.com, Senin (3/9).

Selain itu, menurutnya tidak ada aturan yang dilanggar dalam deklarasi pengusungan Anies sebagai capres sehari yang lalu. Ia juga mengutip pernyataan Anies yang tetap akan fokus mengurus Jakarta, sehingga dengan begitu tidak ada masalah dengan deklarasi tersebut.

“Anies juga sudah mengatakan untuk menyelesaikan tugasnya di Jakarta dulu. Jadi saya melihatnya kalau tidak ada yang dilanggar dalam politik gak ada hal yang aneh,” ungkapnya.

Hal itu menurut Ujang masih lebih baik jika dibandingkan dengan pengusungan Joko Widodo pada periode pertamanya sebagai presiden. Sebelumnya, Jokowi mengatakan tidak akan maju sebagai capres sebelum menyelesaikan tugasnya di Jakarta, tetapi nyatanya tetap maju sebagai capres.

“Tapi di tengah jalan, dua tahun setengah (menjabat gubernur) dia maju sebagai capres. Saya melihatnya dukungan NasDem bagian dari strategi NasDem untuk menaikkan elektoral,” tandasnya.