PSSI Tidak Bisa Memastikan Berapa Jumlah Penonton di Tragedi Kanjuruhan

Publiksatu - Jumlah penonton di Tragedi Kanjuruhan belum diketahui secara pasti. Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Erwin Tobing mengatakan bahwa jumlah penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan, saat terjadinya Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu, tidak jelas.
“Tribun penonton di Kanjuruhan belum single seat. Sehingga tidak terukur. Inilah yang membuat ada pihak yang mengatakan 40 ribu atau 45 ribu orang di sana,” ujar Erwin dalam konferensi pers di Malang seperti dikutip dari jawapos.com yang juga mengutip dari Antara.
Menurut purnawirawan polisi berpangkat akhir Inspektur Jenderal tersebut, ketidakjelasan itulah yang membuat pihaknya kesulitan. Juga tidak bisa memastikan apakah kapasitas Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC melawan Persebaya melebihi batas atau tidak.
Komdis PSSI pun menyalahkan panitia pelaksana pertandingan Arema FC soal simpang siurnya data penonton tersebut.
Meski begitu, Erwin juga memberikan masukan agar ke depan stadion-stadion di Indonesia menggunakan kursi tunggal dan pendataan tiket yang akurat.
Sementara anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmad Riyadh menyampaikan bahwa panpel Arema FC mengaku menjual 42 ribu tiket pertandingan dari 45 ribu kapasitas maksimal.
Riyadh menambahkan bahwa pihak kepolisian sempat mengimbau agar panpel hanya menjual tiket sebanyak-banyaknya 75 persen dari jumlah penonton maksimal.