Refleksi Tragedi Kanjuruhan, Suporter PSIM, PSS, dan Persis Sepakat Akhiri Rivalitas

Publiksatu - Ribuan suporter yang tergabung dari PSIM, PSS dan Persis sepakat mengakhiri rivalitas. Kesepakatan ini imbas dari tragedi Stadion Kanjuruhan.
Tragedi memilukan itu menjadi pelajaran sangat berharga sekaligus refleksi bagi kalangan suporter tanah air.
Mereka pun mulai berbenah dan sepakat untuk mengakhiri rivalitas. Seperti yang ditunjukkan tiga basis suporter klub di Jogjakarta-Solo; PSIM Jogjakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo.
Hubungan antara suporter PSIM Brajamusti dan Pasoepati di kubu Persis sudah bertahun-tahun panas. Pun demikian antara suporter PSIM dengan PSS. Laga yang mempertemukan kedua tim kerap berlangsung dalam tensi panas di dalam dan luar lapangan.
Kini, rivalitas tiga basis suporter itu seakan luntur. Tak lagi menyerukan warna kebanggaan masing-masing, mereka membuktikan bisa bersatu dan berdampingan. Semua itu melebur dalam kegiatan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida semalam (4/10).
’’Ini momen bagus, sudah saatnya kita menurunkan ego dan memberi warisan perdamaian untuk generasi berikutnya,’’ ujar Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin seperti dikutip dari jawapos.com belum lama ini.
Pria yang biasa disapa Thole itu mengatakan, memutus rantai rivalitas dapat dimulai dari kesadaran masing-masing individu. Karena itu, dalam doa bersama yang digagas bersama Mataram Independent (Maident) tersebut, mereka memang secara khusus mengundang beberapa kelompok suporter Jogja-Solo.