Internasional

Reaksi Pemimpin Iran Soal Demonstrasi Mahsa Amini

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 8 Oktober 2022 20:23 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Reaksi Pemimpin Iran Soal Demonstrasi Mahsa Amini
Pemimpin Agung Republik Islam Iran Ayatullah Seyed Ali Khamenei angkat bicara. Ia menyebutkan ada sesuatu fitnah dan rencana jahat para musuh bangsa besar Iran di balik peristiwa itu. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)

Publiksatu – Dalam dua minggu terakhir, Iran dilanda kericuhan gelombang demonstrasi mengecam tewasnya Mahsa Amini sebagai buntut isu pemakaian jilbab. Atas kejadian itu, pihak Pemerintah Iran menyampaikan klarifikasi. Pemimpin Agung Republik Islam Iran Ayatullah Seyed Ali Khamenei angkat bicara. Ia menyebutkan ada sesuatu fitnah dan rencana jahat para musuh bangsa besar Iran di balik peristiwa itu.

Pemimpin Agung Republik Islam Iran dalam acara wisuda taruna sejumlah Akademi Militer, Angkatan Bersenjata Iran mengatakan kerusuhan dan kekacauan terbaru di Iran dirancang oleh negara-negara Barat dan Rezim Zionis, orang-orang bayaran mereka, serta beberapa orang Iran pengkhianat di luar negeri. Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan, rakyat Iran, dalam peristiwa ini bakal berada paling depan dalam menghadapi gangguan apapun.

Ayatullah Khamenei menganggap rakyat Iran layaknya junjungannya yaitu Imam Ali as, adalah rakyat yang tertindas, tapi pada saat yang sama adalah bangsa yang kuat.

“Dalam peristiwa yang baru saja terjadi, seorang perempuan muda (Mahsa Amini) meninggal dunia, dan ini membuat hati kita semua terbakar, akan tetapi reaksi atas peristiwa ini yang dilakukan tanpa penyelidikan dan tanpa ada kepastian terkait apa yang sebenarnya terjadi, lalu sebagian orang turun ke jalan membuat kekacauan, membakar Al Quran, mencopot paksa hijab seorang perempuan, membakar masjid, tempat ibadah, dan kendaraan masyarakat, ini bukanlah reaksi yang biasa dan normal,” ungkapnya dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran-Jakarta, Jumat (7/10).

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kerusuhan terbaru di Iran sudah direncanakan sebelumnya. Menurutnya, jika tidak ada peristiwa meninggalnya perempuan muda itu, dalih lain akan dicari oleh pihak musuh agar kekacauan dan kerusuhan bisa diciptakan di Iran.

Ia juga menekankan bahwa belasungkawa negara-negara Barat atas meninggalnya seorang perempuan di Iran adalah dusta. Ia justru menuding Barat sebenarnya mereka gembira karena mendapatkan alasan untuk menciptakan insiden.

“Di Iran, pejabat tiga lembaga tinggi negara telah menyampaikan belasungkawa, dan Mahkamah Agung Iran sudah berjanji untuk mengusut kasus ini sampai akhir,” tegas Ayatullah Khamenei.

Bagikan