Rusia Diduga Diam-diam Sudah Uji Coba Senjata Nuklir Bawah Laut
Bagikan

Publiksatu – Rusia memiliki senjata nuklir torpedo Poseidon. Senjata nuklir ini merupakan senjata bawah laut. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin diduga diam-diam sudah menunjukkan kehebatan senjata tersebut.
Menurut sumber senior pertahanan Inggris yang dikutip di Times of London, NATO memperingatkan anggota dan sekutunya dalam penilaian intelijen bahwa Kremlin bermaksud untuk menguji drone torpedo nuklir Poseidon.
Menurut laporan lain, Belgorod, kapal selam nuklir besar, telah menghilang dari pangkalannya di Lingkaran Arktik dan mungkin rutenya sudah melakukan uji coba senjata nuklir yang berisiko menghancurkan. Senjata ini dikenal sebagai Poseidon.
Poseidon adalah senjata nuklir bawah laut jarak jauh yang dimaksudkan untuk mencapai target di bawah laut dan menyerang kota-kota pesisir dari jarak yang sangat jauh. Ini dianggap sebagai Torpedo Otonom Bertenaga Nuklir Antarbenua dan dianggap mampu melintasi jarak bawah laut yang signifikan.
Menurut Daily Mail, ledakan Poseidon dapat menyebabkan gelombang nuklir 1.600 kaki dan bisa menenggelamkan penduduk yang ada di pesisir. Menurut media Rusia, senjata kiamat itu dapat menempuh perjalanan hingga 6.000 kilometer di bawah laut.
Torpedo tersebut memiliki bahan peledak dua megaton di dalamnya. Bahkan daya ledaknya 130 kali dari bom atom yang menghancurkan Hiroshima di Jepang pada Agustus 1945 selama Perang Dunia II. “Ini adalah torpedo raksasa yang dapat menghantam kota-kota pesisir dan menghancurkan,” kata Naval News.
“Dibandingkan dengan rudal balistik antarbenua, itu sangat lambat, tetapi mungkin tak terbendung,” tambah laporan itu.