Berita Terkini
Internasional

Elon Musk Mendapat Kecaman usai Menyarankan Taiwan Tunduk Saja ke Tiongkok

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 11 Oktober 2022 20:23 WIB · 2 menit baca
Elon Musk Mendapat Kecaman usai Menyarankan Taiwan Tunduk Saja ke Tiongkok
Miliarder Elon Musk membuat kontroversi lewat kicauannya di media sosial. Ia menyampaikan saran untuk mengakhiri konflik Taiwan dan Tiongkok. (Protocol)

Publiksatu – Miliarder Elon Musk membuat kontroversi lewat kicauannya di media sosial. Ia menyampaikan saran untuk mengakhiri konflik Taiwan dan Tiongkok. Namun, sarannya itu membuat Taiwan marah. Pasalnya, Musk menyarankan Taiwan agar tunduk saja kepada Tiongkok dan menjadi bagian dari wilayahnya.

Elon Musk mengusulkan solusi tersebut beberapa hari setelah jajak pendapat rencana perdamaian Rusia-Ukraina. Saran Elon Musk untuk meredakan ketegangan Tiongkok-Taiwan bukanlah langkah pertamanya. Awal pekan ini dia mem-posting jajak pendapat di Twitter dengan meminta pengikutnya memilih sarannya untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.

Bos SpaceX itu menyebutkan konflik Taiwan dan Tiongkok dapat diselesaikan dengan menyerahkan sebagian kendali Taiwan ke Beijing. “Rekomendasi saya, mencari tahu zona administrasi khusus seperti apa yang cocok untuk Taiwan. Mungkin tidak semua orang senang akan hal ini,” kata Elon Musk dalam wawancara dengan Financial Times.

Pernyataan Elon Musk tersebut langsung mendapatkan kecaman dari anggota parlemen senior Taiwan, Wang Ting Yu. Sementara, Kementerian Luar Negeri Taiwan belum berkomentar.

Lewat laman Facebook-nya, Wang mengecam komentar dan solusi yang diungkap oleh Musk terkait konflik Taiwan-Tiongkok. Ia tak terima dengan usul Musk.

“Mengapa mengabaikan kebebasan demokratis, kedaulatan, dan cara hidup dari 23 juta orang Taiwan?” tulis Wang Ting Yu.

Pria berusia 51 tahun itu menanggapi pertanyaan tentang Tiongkok, dimana perusahaan mobil listriknya Tesla mengoperasikan salah satu pabrik di Shanghai. Sebuah pulau berpenduduk 23 juta orang, 112 mil di lepas pantai Tiongkok, Taiwan mendeklarasikan dirinya sebagai negara demokratis yang merdeka dengan pemimpin, konstitusi, sistem politik, dan militernya sendiri. Namun, Beijing melihat Taiwan sebagai provinsi Tiongkok yang memisahkan diri dan pada akhirnya akan kembali di bawah kendalinya.