Tak Ada Kaitan Antara Gangguan Ginjal Akut dengan Covid-19 dan Vaksin
Bagikan

Publiksatu - Gagal ginjal akut pada anak tidak ada kaitannya dengan vaksinasi maupun infeksi Covid-19. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, Selasa (18/10).
Dikutip dari jawapos.com, gangguan ginjal akut menyerang anak-anak usia 1–5 tahun, sementara vaksinasi justru belum diberikan untuk anak usia balita.
’’Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid 19 maupun infeksi Covid-19,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, Selasa (18/10). “Tak ada kaitannya juga dengan vaksin. Karena anak balita pun belum divaksin Covid-19,” jelasnya.
Syahril juga menyebutkan, hingga kini masih terus dilakukan pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti gagal ginjal akut pada anak, meski begitu upaya penelusuran kasus gagal ginjal akut terus dilakukan Kemenkes dengan menggandeng para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.
Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.
’’Saat ini Kemenkes bersama tim tengah melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk RS Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya,” ujar Syahril.
Sembari menunggu hasil investigasi lanjutan, Syahril menyebutkan telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya gagal ginjal pada anak dengan aktif melaporkan setiap kasus yang mengarah pada gagal ginjal akut pada anak.