Olahraga

Muncul Varian XBB, Awas Lonjakan Kasus Covid-19 Awal Tahun 2023

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 24 Oktober 2022 23:36 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Muncul Varian XBB, Awas Lonjakan Kasus Covid-19 Awal Tahun 2023
Munculnya subvarian Omicron XBB menimbulkan lonjakan kasus di sejumlah negara, terdekat adalah Singapura. (Antara)

Publiksatu – Munculnya subvarian Omicron XBB menimbulkan lonjakan kasus di sejumlah negara, terdekat adalah Singapura. Kewaspadaan perlu tetap dilakukan karena akan menghadapi awal tahun 2023 yang biasanya kasus melonjak pasca libur Natal dan Tahun Baru.

“Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin pada Capaian Kinerja Pemerintah tahun 2022 yang disampaikan secara virtual, baru-baru ini seperti dikutip dari jawapos.com.

Kenaikan kasus Covid-19 di Singapura awalnya hanya ratusan kasus sekarang naik menjadi 6 ribu kasus per hari, lebih tinggi dari kenaikan kasus di Indonesia yang cuma 2 ribu kasus per hari. Pada bulan Juli hingga Agustus 2022 hampir seluruh dunia mengalami kenaikan yang tinggi karena varian Omicron B4 dan B5. Sementara di Indonesia pada bulan tersebut termasuk satu dari beberapa negara seperti India dan Tiongkok yang kenaikannya sangat sedikit.

Ia mengklaim hal itu disebabkan karena memang strategi penanganan pandemi di Indonesia yang relatif baik. Selama enam bulan dari awal tahun itu Indonesia tidak mengalami lonjakan masus, padahal biasanya enam bulan awal merupakan siklus kenaikan gelombang karena ada varian baru.

“Jadi artinya memang Indonesia sudah berhasil menangani pandemi dengan recovery lebih baik. Terutama di bulan Juli hingga Agustus ini masih ada tantangan karena varian baru masih akan tumbuh,” kata Menkes Budi.

Menurutnya, Indonesia beruntung karena vaksinasi di Indonesia sangat baik. Sekarang sudah 440 juta dosis disuntikkan ke lebih dari 204 juta populasi kita, sehingga imunitas dari masyarakat kita baik. Ditambah lagi protokol kesehatan di Indonesia juga relatif lebih konservatif. Sampai sekarang masyarakat masih terbiasa memakai masker, sementara negara-negara lain sudah membuka masker dan itu sebabnya terjadi kenaikan yang cukup tinggi seperti di Singapura.

“Mudah-mudahan nanti di Januari – Februari 2023 bisa mencegah kenaikan kasus dengan baik seperti di bulan Juli -Agustus tahun ini. Sehingga Indonesia akan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang selama 12 bulan berturut-turut tidak mengalami ada lonjakan kasus,” ungkapnya.

Bagikan