SBY Serukan Pimpinan Dunia Turunkan Ego Demi Perdamaian Dunia

Publiksatu - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan agar para pemimpin dunia menurunkan ego masing-masing, dan bekerja bersama-sama untuk memecahkan tiga masalah dunia yang menghadang bersamaan. Ketiga masalah tersebut adalah perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan, ancaman resesi ekonomi global, dan perubahan iklim serta bencana alam yang menyertainya.
Dikutip dari jawapos.com, seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan para mantan kepala negara yang tergabung dalam Club de Madrid (CdM) di Berlin, Jerman, pada Senin (31/10).
“Kita hidup dalam dunia yang terbelah. Dunia yang terkunci dalam rivalitas. Masing-masing bertahan dalam posisinya. Ketidakpercayaan tinggi. Ruang dialog semakin menyusut. Rasa tidak aman terhadap satu sama lain semakin meningkat. Perlombaan senjata muncul kembali. Pendekatan zero-sum makin dianggap lazim. Serta kurangnya kepemimpinan global yang bisa mengeluarkan kita dari kondisi yang tidak ideal ini,” kata SBY dalam pembukaan pertemuan.
Pria kelahiran Pacitan, 9 September 1949 itu mengajak para pemimpin dunia untuk menjawab pertanyaan besar. Pertama, bagaimana kita menyelesaikan krisis multidimensi yang kompleks ini, yaitu elemen keamanan, ekonomi, kemanusiaan, lingkungan, dan politik yang saling terkait?
Kedua, di dunia yang penuh persaingan dan ketidakpercayaan, bagaimana kita bisa meningkatkan ruang kerja sama antar bangsa, termasuk antar masyarakat sipil? Ketiga, karena tatanan dunia tampaknya memudar, bagaimana kita menyesuaikan tatanan dunia dengan realitas dan kebutuhan abad ke-21?
Dalam sesi pertama diskusi, SBY mengingatkan bahwa kerja sama antar para pemimpin dunia ini pernah berhasil dilakukan. “Kita pernah melakukan hal ini sebelumnya pada 2008. Ketika dunia dilanda krisis keuangan global, negara-negara G20 berhasil menyelesaikan masalah dengan bekerja sama, bahu-membahu,” ungkap SBY, Dia menambahkan, aat ini, G20 menghadapi dilema serius tentang bagaimana mengatasi tantangan global secara efektif, ketika persaingan dan perpecahan mendominasi kita.
“Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk mengakhiri perang di Ukraina sehingga komunitas internasional dapat kembali memfokuskan energi mereka untuk mengatasi masalah-masalah global yang menjadi perhatian bersama,” urainya.