PSSI Klaim Jalankan Rekomendasi Komnas HAM, Tapi Tetap Ogah Mundur
Bagikan

Publiksatu - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmad Riyadh mengklaim pihaknya telah menjalankan rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait Tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 135 orang.
“Selama itu baik semua, sudah dilakukan PSSI. Saat ini tim ‘task force’ jalan. Rekomendasi (Komnas HAM) isinya hampir sama dengan TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta) seperti kompetisi bisa berjalan asal ada aturan tentang keselamatan serta keamanan yang menjamin semua pihak aman dan nyaman,” kata Riydah di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (3/11) seperti dikutip dari jawapos.com.
Adapun lima rekomendasi dari Komnas HAM terkait Tragedi Kanjuruhan, yaitu pertama, PSSI diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap statuta keamanan dan perjanjian kerja sama dengan mengutamakan keselamatan termasuk keterlibatan aparat keamanan.
Kedua, PSSI didesak untuk membekukan seluruh aktivitas sepak bola sampai ada standarisasi match commisioner atau pengawas pertandingan di seluruh level kompetisi. Ketiga, Komnas HAM meminta PSSI untuk bekerja sama dengan klub guna melakukan pembinaan kepada suporter sesuai hak asasi manusia.
Keempat, PSSI diminta bertanggung jawab secara kelembagaan dengan menghormati proses hukum dan melakukan pemulihan terhadap para korban Tragedi Kanjuruhan. Kelima, PSSI didesak menyusun indikator pertandingan yang akuntabel sebagai dasar utama serta ketersediaan infrastruktur.
“Saat ini tim dari Kementerian Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Kesehatan yang sedang menggodok sejumlah aturan, termasuk pihak kepolisian yang menggodok aturan terkait pengamanan saat pertandingan sepak bola,” kata Riyadh.
Disinggung soal mundur, Riyadh menyatakan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan pihaknya akan menggelar Kongres Luar Biasa pada Bulan Januari 2023. “Kan sudah dibilang ada KLB pada 7 Januari 2023 dengan agenda pemilihan Ketua Komite Banding dan Ketua Pemilihan. KPU-nya dipilih dahulu, baru dari situ delapan minggu tahapan menuju KLB,” ujar dia,