Berita Terkini
Nasional

Mengenal Perbedaan Tes Darah dan Widal untuk Diagnosis Sakit Tifus

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 10 November 2022 18:21 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Mengenal Perbedaan Tes Darah dan Widal untuk Diagnosis Sakit Tifus
Ilustrasi tes sampel darah (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Publiksatu – Saat seseorang diduga terinfeksi penyakit tifus, maka harus melakukan pemeriksaan medis. Sedikitnya ada 2 cara untuk mendiagnosis pasien tifus.

Dikutip dari jawapos.com, Ahli Spesialis Penyakit Dalam Universitas Indonesia Prof Zubairi Djoerban mengatakan kedua cara tersebut adalah tes widal dan tes darah. Kedua tes tersebut memiliki plus minus.

Tes Widal

Tes ini paling banyak digunakan di Indonesia untuk mendiagnosis tifus. Walaupun sebenarnya banyak kelemahan dari tes ini. Kemungkinan karena di Indonesia tes ini paling memungkinkan, dari segi sarana dan biaya, untuk dilakukan sebagai tes awal.

Yang diperiksa saat tes widal adalah adanya zat antibodi terhadap bagian tubuh kuman S. typhi, yaitu tubuhnya (O) dan flagella atau rambut (H). Jadi O dan H bukanlah tipe dari kuman S. typhi.

Hasil tes Widal positif belum tentu positif tifus, apakah benar? Menurutnya, Indonesia ini endemis tifus. Sebab itu hampir semua orang kemungkinan pernah kemasukan virus ini sehingga tubuhnya sudah membentuk antibodi terhadap S. typhi.

Maka, hasil positif dengan titer < 1/80 pada tes Widal biasanya belum dianggap sebagai adanya infeksi S. typhi yang baru. Lain halnya jika tes dilakukan pada orang yang berasal dari negara yang jarang terdapat kasus tifus

Bagikan