Baubau

Pemkot Baubau Ingin Menambah Umur TPA Wakonti

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 11 November 2022 01:51 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pemkot Baubau Ingin Menambah Umur TPA Wakonti
Pemkot Baubau menggelar FGD penyusunan DED optimalisasi TPA Wakonti Zona C di kantor Bappeda, Kamis (10/11). Tim ahli dari BPPW Sultra dilibatkan dalam pembuatan DED dimaksud. (Foto Texandi)

BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mulai memikirkan penambahan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wakonti. Pasalnya, daya tampung area pembuangan sampah yang ada saat ini sudah semakin menipis.

Pemkot Baubau kini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) optimalisasi TPA Wakonti Zona C. Detail gambar kerja itu juga telah dibahas dalam forum diskusi atau Focus Group Discussion (FGD) di kantor Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Baubau, Kamis (10/11).

"Bagaimanapun juga sebagai daerah perkotaan, ketersediaan lahan pasti terbatas disertai dengan dinamika penduduk tinggi. Jadi, sampah pasti akan menjadi masalah kedepan," kata Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dikonfirmasi usai mengikuti FGD Optimalisasi TPA Wakonti Zona C.

Menurut dia, pengoptimalan kapasitas lahan TPA saat ini merupakan salah satu cara paling efektif dan efisien untuk mengatasi keterbatasan lahan dan produksi sampah yang tinggi itu. Sebab, untuk membuat TPA baru, maka akan butuh biaya mahal, itupun belum tentu disetujui masyarakat sekitar.

"Kebetulan ada ahlinya dibuatkan desain (DED) agar tempat sampah yang ada ini dioptimalisasi dan bisa bertambah umur menjadi tujuh tahun lagi tanpa harus menambah luasannya. Sehingga kita bisa bernafas lega, tidak akan memikirkan lagi pengadaan tanah," tandas Ketua DPC PDIP Baubau ini.

Sementara, Kepala Bappeda Kota Baubau, Rahmat Tuta menuturkan, penyusunan DED optimalisasi TPA Wakonti Zona C itu melibatkan tenaga ahli dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Aspek kajiannya antara lain kelembagaan, regulasi, teknis operasional, dan partisipasi masyarakat.

"Kondisi TPA Wakonti saat ini sudah memprihatinkan karena kapasitasnya sudah terisi maksimal. Kalau kita tidak cepat tangani dengan baik maka akan menjadi masalah kedepannya. Tapi kita tidak bisa juga bekerja asal-asalan. Makanya itu hari ini kita coba lakukan kajian DED," tambah Rahmat.(exa)

Bagikan