Tak Perlu ke LN, Transplantasi Jantung Kini Tersedia di Indonesia
Bagikan

Publiksatu – Kementerian Kesehatan memastikan Indonesia memiliki layanan rujukan kesehatan untuk transplantasi jantung.
Catatan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita RSJPDHK, tansplantasi jantung adalah proses operasi untuk menggantikan jantung pasien dengan jantung donor. Dokter mengangkat jantung pasien dengan memotong aorta, arteri pulmonalis utama dan vena cava superior dan inferior, dan membagi atrium kiri, meninggalkan dinding belakang atrium kiri dengan bukaan vena pulmonalis di tempatnya.
Ahli bedah menghubungkan jantung donor dengan menjahit bersama vena cava penerima dan donor, aorta, arteri pulmonalis dan atrium kiri. Pada pasien dengan penyakit jantung bawaan, ahli bedah dapat mentransplantasikan paru-paru dan jantung secara bersamaan. Alasan paling umum harus dilakukannya transplantasi jantung adalah karena salah satu atau kedua ventrikel tidak berfungsi dengan baik dan terjadi gagal jantung yang parah.
“Jantung donor dicocokkan dengan penerima berdasarkan golongan darah dan ukuran tubuh. Sebagai penerima transplantasi jantung, Anda harus minum obat untuk mencegah sistem kekebalannya menolak jantung baru,” kata Direktur Utama RSJPDHK Dr. dr. Iwan Dakota, Sp. JP (K), MARS seperti dikutip dari jawapos.com.
Menurutnya, pelayanan kardiovaskular yang cepat tepat sangat dibutuhkan untuk mengatasi akibat penyakit jantung dan pembuluh darah berupa tingginya kematian dan morbiditas. Survei sample registration system (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian kedua tertinggi semua umur yaitu 12,9 persen.
“Adanya transformasi layanan rujukan kesehatan kardiovaskular sendiri akan memudahkan akses untuk menjangkau pusat-pusat jantung terpadu yang di daerah,” kata dr. Iwan kepada wartawan baru-baru ini.
Layanan gedung tersebut diresmikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Maka dengan begitu, pasien tak perlu berobat ke luar negeri.