Berita Terkini
Baubau

Dokter Sulyanti Menahkodai IDI Baubau

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 2 Januari 2023 01:36 WIB · 2 menit baca
Dokter Sulyanti Menahkodai IDI Baubau
Dokter Sulyanti Rachman Badawi SpM MKes (kiri) bersalaman dengan demisioner Ketua IDI Cabang Kota Baubau, dokter Lukman SpPD. Sulyanti terpilih menjadi Ketua IDI Baubau periode 2022-2025 dalam Muscab ke-III, Sabtu (31/12).(Foto Texandi)

BAUBAU - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Baubau kini dinahkodai Sulyanti Rachman Badawi. Dokter spesialis mata itu mendapat kepercayaan menggantikan dokter Lukman untuk masa bakti 2022-2025.

Sulyanti terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III IDI Baubau, Sabtu (31/12). Muscab itu dibuka oleh Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse. Turut hadir mantan Ketua IDI Baubau, dr Sadly Salman dan Ketua IDI Baubau demisioner, dr Lukman.

"Mudah-mudahan musyawarah ini menghasilkan rumusan-rumusan yang mendukung upaya pemerintah dalam membangun kesehatan dan kesejahteraan di kota kita," kata Wali Kota Monianse dalam sambutannya.

Menurut dia, stunting merupakan satu dari sekian isu nasional yang perlu mendapat tanggapan serius IDI dan organisasi profesi kesehatan lainnya di Kota Baubau. Apalagi, penanganan stunting adalah tugas mandatori dari pemerintah pusat yang menjadi salah satu ukuran keberhasilan kepala daerah.

"Kepala daerah akan selalu dievaluasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) setiap Senin. Bahkan, pak Mendagri mengatakan untuk kepala daerah yang berstatus Pj (Penjabat), keberlanjutan mereka itu akan sangat ditentukan oleh prestasi mereka dalam menangani stunting dan inflasi," tutur Politisi PDIP ini.

Selain itu, ujar dia, pihaknya berharap IDI mendukung upaya menaikkan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau ke tipe B. Kemudian, ikut bersama-sama memberikan dukungan kuat kepada Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) dalam mendirikan fakultas kedokteran.

"Masih banyak anak-anak kita yang ingin mengabdikan dirinya untuk dunia kesehatan. Namun karena faktor jarak dan biaya kadang-kadang menjadi hambatan. Dengan didekatkannya fakultas kedokteran akan menjadi satu cara menggiring banyak orang untuk bersama-sama memikirkan dunia kesehatan di kota kita," pungkasnya.