Nasional

Khasiat Akar Wangi, Anti Penuaan Dini hingga Menyehatkan Otak

Oleh penulis · Senin, 20 Februari 2023 02:40 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Khasiat Akar Wangi, Anti Penuaan Dini hingga Menyehatkan Otak

Oleh Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS

Akar wangi sudah terbukti melalui uji ilmiah memiliki berbagai khasiat. Di antaranya, antiradang, antibakteri, antijamur, antimalaria, antituberkular, hiperglikemik, pelindung fungsi liver, dan antioksidan. Khasiat tanaman itu paling banyak dari minyak atsiri hasil sulingan akar dan daun.

AKAR wangi berasal dari tanaman bernama ilmiah Vetiveria zizanioides dari suku Poaceae. Vetiveria berasal dari kata Vetiver yang dalam bahasa Tamil berarti ’’root that is dug up’’. Artinya, akar yang mampu tumbuh menembus lapisan tanah. Memang struktur percabangan akar tanaman itu sedemikian masif sehingga bisa membantu mencegah terjadinya erosi. Akarnya termasuk adventitious root, bisa terjalin menjadi bentukan seperti tikar.

Tanaman tersebut berasal dari India. Namun, kini tumbuh subur di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Di Pakistan, budi daya dilakukan di seluruh provinsi karena memang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Masyarakat dari berbagai suku di India paham betul penggunaan akar wangi untuk kesehatan. Mereka membuat pasta dari serbuk akar atau memanfaatkan langsung minyak atsiri hasil penyulingan. Biasanya dipakai untuk mengatasi demam, sakit kepala, radang, diare, dan gangguan seksual. Uap minyak atsirinya bisa untuk mengatasi demam pada penyakit malaria. Pastanya lebih mudah dioleskan untuk reumatik hingga luka gigitan ular.

Sementara itu, daun dan rangkaian akar bersifat ’’mendinginkan’’, jadi bisa dipakai sebagai alas tidur. Pemakaian pada kulit baik sebagai penawar sengatan sinar matahari, dan pengobatan berbagai penyakit kulit.

Sejauh ini, berbagai produk akar wangi sangat aman, tidak menimbulkan reaksi iritasi atau sensitisasi, dan tidak toksik. Syaratnya tentu penggunaan sesuai aturan yang tertera pada label kemasan produk. Ibu hamil dan menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter.

Bagikan