Berita Terkini
Nasional

Pengamat: Waspada Citra Semu Caleg 2024

Oleh penulis · Minggu, 19 Februari 2023 16:17 WIB · 2 menit baca
Pengamat: Waspada Citra Semu Caleg 2024

PUBLIKSATU, LAWORO - Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 sudah bergulir. Biasanya, bakal Calon Anggota Legislatif (Caleg) juga mulai tebar pesona untuk merebut hati rakyat.

Pengamat politik muda, Didin Alkindi beranggapan seluruh rakyat Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan pada momentum politik seperti sekarang ini. Calon pemilik khususnya mesti jeli melihat gerak-gerik politikus, mana yang tulus dan mana yang semu.

"Akan banyak kebaikan yang didesain dalam bentuk citra media ataupun dalam citra sosial dengan tujuan dan maksud tertentu. Anda baik, kami curiga, anda adalah Caleg," kata Didin kepada wartawan lewat pesan WhatsApp.

Kendati begitu, menurut dia, perspektif citra semu itu hanyalah alarm kepada konstituen, namun tidak digeneralisasi untuk semua Caleg. Peringatan dini tersebut sekaligus bentuk harapan masyarakat kepada orang yang akan menjadi delegasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan DPRD nantinya.

Mengutip teori Plato-seorang filsuf Yunani klasik bahwa dalam menentukan sikap kepada siapa kita harus memberikan kepercayaan untuk menjadi pemimpin atau pemerintah adalah kepada mereka yang memiliki idea kebaikan dengan berpegang teguh kepada budi. Idea yang mampu menciptakan regulasi dinding-dinding keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Itulah yang disebut sebagai raja filsuf.

"Dalam realitas politik diera globalisasi sekarang ini banyak kita menemukan fakta-fakta lapangan dalam memontum politik. Sehingga menjadi kultur ataupun psikologis politik antara lain politik citra yang hadir disaat membutuhkan, tapi menghilang di saat dibutuhkan," jelas Magister Universitas Nasional (Unas) ini.

Menilik kebelakang, sejarah parlemen di Indonesia sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Singkatnya, tanggal 29 Agustus 1945 atau 12 hari setelah pembacaan proklamasi kemerdekaan, dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Lembaga inilah menjadi cikal bakal hari jadi DPR Republik Indonesia.