Berita Terkini
Sultra

KKWS Tolak Betonisasi Baruga Keraton Wolio

Oleh penulis · Senin, 13 Maret 2023 23:05 WIB · 2 menit baca
Bagikan
KKWS Tolak Betonisasi Baruga Keraton Wolio

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kerapatan Keluarga Wajo Serumpun (KKWS) menolak rencana betonisasi Baruga Benteng Keraton Wolio. KKWS menginginkan revitalisasi balai tradisional itu tetap menggunakan material kayu.

Penolakan Baruga berbahan beton itu dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Wali Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Surat itu diteken oleh Majelis Tetua Adat KKWS yakni Sirajuddin Anda, Hasidin Sadif, Wisni Saidoe, Zuhuri Mahmud, Ahmad Zakir, Armin Hasyim, Abdul Wahid, Yansur, Syahril Barii, Arif Tasila, Safiudin, Takdir Muharam Rauf, dan Joni Munadi Awal.

Tembusan surat penyataan sikap itu dialamatkan ke beberapa institusi negara meliputi Presiden, Menteri PUPR, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pelestarian Cagar Budaya, Gubernur Sulawesi Tenggara, dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kami menyatakan menolak rekonstruksi Baruga Keraton Wolio-Buton menggunakan bahan dasar beton. Kami mendukung rekonstruksi Baruga Keraton Wolio-Buton sesuai konsep konstruksi arsitektur tradisional berbahan kayu," kata juru bicara KKWS, Joni Munadi Awal melalui press rilis yang dikirim ke redaksi publiksatu.co, Senin (13/3).

Tidak sampai di situ, ujar dia, KKWS mendesak Wali Kota dan DPRD Baubau untuk bersikap tegas, konkret, dan nyata dalam proses perlindungan kawasan Benteng Wolio-Buton sebagai kawasan khusus Kota Baubau sebagaimana tertuang dalam Perwali Nomor 179 Tahun 2022.

Meminta seluruh elemen masyarakat eks Kesultanan Buton di seluruh Indonesia termasuk di dalamnya komunitas adat, pegiat budaya, mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi, dan wartawan untuk bersama-sama mengawal serta melindungi warisan budaya leluhur sebagai kecintaan pada jati diri dan identitas masyarakat Buton.

"Mengharapkan Presiden Republik Indonesia untuk mengawasi proses rekonstruksi Baruga Kesultanan Buton demi menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, dan memperkaya khazanah budaya nusantara. Pernyataan sikap ini semata-mata kecintaan kami terhadap bangsa dan negara yang kita cintai," tutur mantan anggota DPRD Baubau dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) ini.

Bagikan