Jembatan Tona Urung Terealisasi di Era Jokowi
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Proyek pembangunan jembatan Buton-Muna (Tona) hampir dipastikan urung atau batal direalisasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 atau hingga akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat berusaha mendorong jembatan penghubung pulau Buton dan pulau Muna itu sebagai daftar usulan prioritas pada Rapat Koordinasi Teknis Rencana Pembangunan (Rakortekrenbang) Nasional tahun 2024 baru-baru ini.
"Usulan di pending (tunda) karena negara saat ini punya prioritas lain. Jadi, pembangunan jembatan Buton Muna, Insyaallah belum bisa terealisasi di RPJMN 2024," kata Kepala Bappeda Sultra, J Robert Maturbongs dikonfirmasi usai Musrenbang RKPD Sultra di Baubau, Senin (20/3).
Setahunya, ujar dia, semua prasyarat pembangunan jembatan Tona mulai dari desain perencanaan sampai dengan kondisi lahan sudah tidak ada masalah. Namun, persoalannya anggaran negara sedang terbebani salah satu untuk menangani inflasi.
"Sehingga semua yang kira-kira membutuhkan anggaran besar itu dikoreksi kembali dengan merujuk pada fisibility stady. Apalagi alokasi negara sekarang ini masih difokuskan ke pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan Timur," jelasnya.
Menurut dia, berdasarkan analisa studi kelayakan atau feasibility study, nilai ekonomi dari jembatan Tona itu baru nampak pada tahun 2030 mendatang. Sehingga, selayaknya proyek itu masuk dalam skenario untuk direalisasikan tahun 2025 ke atas.
"Inilah (feasibility study, red) yang digunakan oleh pemerintah pusat sebagai pertimbangan kenapa (jembatan Tona) belum masuk sekarang. Jembatan Ini sifatnya multi years (tahun jamak) yang diharapkan dilaksanakan tiga sampai empat tahun. Sehingga, kita taksir akhir 2030 sudah bisa digunakan," imbuhnya.