Pemudik di Pelabuhan Murhum Berpeluang Lolos dari Pemeriksaan Booster, Jika...

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pelabuhan Murhum masih memberlakukan penanganan Covid-19 pada arus mudik dan arus balik lebaran 1444 H/2023 M. Calon penumpang minimal sudah vaksin dosis ketiga atau booster jika ingin naik ke kapal.
"Kami sudah rapat dengan tim Satgas bahwa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) masih berlaku. Jadi, tetap ada pemeriksaan apakah penumpang sudah booster atau belum, itu akan diperiksa KKP," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Jasra Yuzi Irawan dikonfirmasi di kantornya, Jum'at (14/4).
Kendati begitu, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bisa saja tidak melakukan pemeriksaan sertifikat booster kepada seluruh calon penumpang jika dalam situasi padat merayap. Hal itu untuk menghindari antrean orang secara berlebihan.
"Kita lihat juga kondisi. Kami sudah disampaikan pihak KKP bahwa kalau penumpang ramai supaya tidak terlalu crowded (penuh sesak), ya sepertinya pemeriksaan random atau acak. Jadi tidak (diperiksa) satu-satu. Karena kalau penumpang seribu, berapa lama baru selesai kalau diperiksa satu-satu," jelasnya.
Terlepas dari itu, ujar dia, dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik tahun ini, pihaknya sudah membuat posko angkutan lebaran yang beroperasi 7 April-9 Mei. Posko itu beranggotakan stakeholder terkait dan menjadi pusat informasi seputar arus mudik dan arus balik di pelabuhan Murhum.
"Kita di pelabuhan Murhum sudah berlakukan contra flow untuk penumpang turun dan penumpang naik. Sehingga tidak ada benturan. Jadi, kita dahulukan penumpang turun, setelah semua penumpang turun dari kapal, baru penumpang naik yang dipersilakan masuk," tuturnya.
Lebih jauh, beber dia, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik dan arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga sudah menerbitkan surat edaran berupa dispensasi atau penambahan kuota kursi penumpang kapal Pelni. Syaratnya, kapal Pelni harus menambah peralatan keselamatan.