Wali Kota Baubau Panen Perdana Udang Vaname, Hasilnya Bikin Ngiler

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Perikanan (Diskan) Kota Baubau sukses merintis budidaya udang Vaname sistem bioflok supra intensif di Kelurahan Palabusa Kecamatan Lealea. Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse ikut merasakan sensasi panen perdana udang itu di Balai Budidaya Perikanan Kolagana (BBPIK), Sabtu (15/4).
"Hari ini, Udang Vaname menjadi komoditi perikanan yang seksi karena tiga bulan dibudidayakan kita sudah panen dan nilai jualnya juga sudah semakin baik. Alhamdulillah, Dinas Perikanan sudah memperlihatkan contoh terbaiknya untuk dijadikan pembelajaran buat siapa saja yang ingin memulai usaha," kata Monianse dalam sambutannya.
Menurut dia, hasil panen hari itu sudah cukup membuktikan bahwa budidaya udang Vaname merupakan peluang menggiurkan yang perlu dikejar oleh masyarakat. Terlebih, pemeliharaan udang dimaksud tergolong tidak terlalu sulit dan media budidayanya cukup fleksibel bisa di air tawar, air asin maupun air payau.
"Sehingga potensi udang Vaname ini untuk dikembangkan di suatu daerah sangat terbuka. Apalagi ibu stasiun karantina dengan jaringannya juga sudah membuka ruang untuk ekspor, tinggal dari kita saja yang menyiapkan komoditi-nya. Jadi, budidaya di Kota Baubau ini sangat menjanjikan," terangnya.
Seyogyanya, menurut dia, penganggaran perikanan yang selama ini lebih besar berorientasi pada sektor nelayan tangkap sudah perlu ditinjau ulang. Selain karena garis pantai Kota Baubau tidak begitu banyak untuk dimanfaatkan, juga pengadaan sarana dan prasarana nelayan tangkap dirasa sudah tidak begitu efektif.
"Jumlah bantuan ketinting yang selama ini kalau kita susun, maka tidak perlu lagi mendayung sudah bisa menyebrang ke Pulau Makasar atau Waara dengan cara lompat-lompat dari perahu ke perahu. Dengan daya dukung kapal dua tonase, maka tidak cukup lagi untuk menantang zaman dan perubahan iklim yang mempengaruhi pola penyebaran ikan," jelasnya.
Olehnya itu, Wali Kota juga sangat berharap kepada pihak perbankan untuk membuat kebijakan sistem kredit yang dapat mendukung semangat perubahan masyarakat dari tangkap ke budidaya. "Karena kalau tidak didukung dengan sistem keuangan atau permodalan tentu menjadi hambatan tersendiri," tandasnya.