PDAM Baubau lagi Bengek Bayar Gaji Karyawan

PUBLIKSATU, BAUBAU - PDAM Tirta Semerbak Kota Baubau dirundung masalah keuangan. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan daerah itu menjadi bengek atau kesulitan 'bernapas' dalam membayar gaji karyawan.
Serikat Pekerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau menggelar demonstrasi dan mogok kerja, Selasa (2/5). Para karyawan menuntut manajemen PDAM Baubau untuk membayar tunggakan gaji selama lima bulan, menyelesaikan kekurangan Tunjangan Hari Raya (THR), dan melunasi tunggakan iuran Dana Pensiun Bersama (Dapenma).
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse sampai menemui langsung demonstran usai mengikuti upacara Hari Bakti Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Baubau. Monianse meminta agar karyawan PDAM Baubau tidak melanjutkan mogok kerja sebagaimana rencana awal yakni sampai Kamis 4 Mei 2023.
"Saya sudah mendengar dan menyikapi tuntutan teman-teman semua. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tuntutan kalian saya akan penuhi. Saya minta hari ini kalian kerja," kata Monianse yang ditanggapi positif massa Serikat Pekerja PDAM Baubau.
Menurut dia, manajemen PDAM Baubau saat ini memang cukup lemah dan perlu dievaluasi. "Saya akan evaluasi Direktur dalam waktu dekat, tidak bisa ditunda lagi, sudah rusak perusahaan ini," tandas Ketua DPC PDIP Baubau ini.
Rupanya, Ketua DPRD Baubau, Zahari juga mendatangi lokasi demo tidak berselang lama setelah Wali Kota meninggalkan PDAM. Politisi Partai Golkar itu berjanji akan mengundang pihak terkait untuk membahas penyelesaian masalah PDAM Baubau.
"Air adalah kebutuhan dasar. Untuk itu kami meminta jangan mogok kerja. Karena siapa lagi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau kawan-kawan mogok kerja," pungkas Zahari.