Hanna Agustin, Olah Tutup Botol Plastik Jadi Keycaps Keyboard
Bagikan

Hanna Agustin mengkreasikan plastik daur ulang menjadi keycaps atau tombol karakter yang menarik. Saat WFH, produknya makin diminati. Hanna punya keyakinan produk ramah lingkungan sekarang punya nilai jual.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
SEJAK pandemi merebak dua tahun lalu, budaya kerja mulai bergeser dari kantor ke rumah. Mereka work from home (WFH), bekerja di depan laptop dari pagi hingga sore. Pelaku bisnis memanfaatkan WFH untuk membuat artisan keycaps atau tombol karakter pada keyboard laptop atau PC.
Tren tombol karakter tersebut cepat meluas. Siswa dan mahasiswa ikut mempercantik keyboard dengan tombol-tombol cantik. Itu dilakukan agar mereka semakin semangat beraktivitas. ”Kalau dulu, saya bikin sendiri dari bahan polymer clay," jelas Hanna.
Dia sempat membuat beberapa karakter. Di antaranya, beruang dan bebek. Tombol terlebih dahulu dicetak sesuai kebutuhan keyboard, kemudian bagian atas dihias dengan telinga dan lukisan mata serta hidung. Karya yang semula menjadi tugas kuliah itu ternyata diminati. Hanna pun terus mengembangkannya.
”Aku pikir isu lingkungan ini harus terus diangkat. Bahkan, produk ramah lingkungan sekarang punya nilai jual sendiri,” ujar Hanna dikutip dari JawaPos.com.
Dia mulai melirik metode pelelehan plastik untuk digunakan sebagai tombol keyboard. Yang dicoba tutup botol plastik. Memang tampaknya simpel. Tapi, dia butuh waktu setahun agar tombol dari plastik itu bisa digunakan dengan nyaman.