Panglima Angkatan Bersenjata Sudan Umumkan Gencatan Senjata
Bagikan

PUBLIKSATU - Pemimpin de facto Sudan sekaligus panglima angkatan bersenjata Abdel Fattah al-Burhan mengumumkan gencatan senjata "sepihak" pada Selasa (27/6).
Dikutip dari JawaPos.com, gencatan senjata itu dilakukan berbarengan dengan hari pertama libur Iduladha 1444 H/2023 M.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Burhan mengatakan seluruh dunia menyaksikan apa yang terjadi Khartoum, Ubaid, Zalin dan Nyala serta Junaynah, sebagai kejahatan pembersihan etnis dan genosida.
Menyatakan angkatan bersenjata memenuhi kewajibannya dalam melawan "konspirasi berbahaya" ini, Burhan berterima kasih kepada rakyat Sudan atas dukungannya kepada angkatan bersenjata.
Burhan mengungkapkan, komandan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Mohamed Hamdan Dagalo alias Hemedti yang berkonflik dengan militer sejak 15 April, ingin mendirikan kerajaan sendiri di atas jasad dan tengkorak rakyat Sudan.
Dia menegaskan bahwa angkatan bersenjata bersedia menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil pimpinan rakyat Sudan.
Dagalo juga mengumumkan gencatan senjata "sepihak" menjelang dan pada hari pertama Iduladha. Pada 15 April pertempuran antara militer Sudan dan RSF pecah di Khartoum dan sekitarnya. Lebih dari 600 orang tewas dan ribuan orang lainnya terluka dalam konflik Sudan.